Kompas.com - 30/01/2021, 08:06 WIB
ilustrasi tidur. SHUTTERSTOCK/RAPEEPAT PORNSIPAKilustrasi tidur.

KOMPAS.com - Apakah Anda bangun setiap pagi dengan mata terasa gatal, kering, dan lelah?

Jika demikian, Anda bisa jadi tidur dengan mata terbuka.

Tidur dengan mata terbuka mungkin tampak seperti kebiasaan aneh, tetapi bisa saja terjadi dan berbahaya bagi mata Anda jika tidak ditangani dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga: 12 Makanan untuk Bantu Cepat Tidur

Tidur dengan mata terbuka secara medis disebut sebagai nocturnal lagophthalmos.

Lagopthalmos biasanya disebabkan oleh masalah pada saraf atau otot di wajah yang membuat Anda sulit untuk menutup mata sepenuhnya.

Anda mungkin tidak akan tahu apakah Anda tidur dengan mata terbuka kecuali seseorang memberi tahu bahwa Anda melakukannya.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

8 Penyebab Tidur dengan Mata Terbuka, Termasuk karena Penyakit
Kenali beragam kondisi yang dapat menyebabkan Anda tertidur dengan mata terbuka, termasuk karena adanya penyakit tertentu.
Bagikan artikel ini melalui

Tetapi, jika Anda bangun dengan gejala mata kering, seperti nyeri, kemerahan, dan penglihatan kabur, mungkin ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter.

Gejala mata terbuka saat tidur

Merangkum Health Line, terdapat beberapa gejala yang bisa menunjukkan jika seseorang tidur dengan mata terbuka.

Pada kondisi normal, mata selalu berkedip di siang hari dan tertutup pada malam hari untuk alasan yang sangat bagus.

Menutup kelopak mata akan melindungi bola mata dengan lapisan tipis cairan air mata.

Baca juga: 15 Penyebab Mata Kering dan Cara Mengatasinya

Air mata membantu menjaga lingkungan yang lembab agar sel-sel mata berfungsi dengan baik.

Cairan air mata juga membantu membuang debu dan kotoran.

Tanpa lubrikasi yang tepat, mata bisa rusak, tergores, atau terinfeksi.

Gejala nocturnal lagophthalmos berhubungan dengan mengeringnya bagian luar mata.

Gejalnya mungkin termasuk:

  • Mata merah
  • Penglihatan kabur
  • Mata terasa seperti terbakar
  • Iritasi
  • Rasa gatal
  • Sensitivitas cahaya
  • Merasa seperti ada sesuatu yang menggesek mata
  • Kualitas tidur yang buruk

Baca juga: 8 Penyebab Mata Gatal dan Cara Mengatasinya

Penyebab tidur dengan mata terbuka

Nocturnal lagophthalmos biasanya terkait dengan masalah dengan otot atau saraf wajah.

Apa pun yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada otot orbicularis oculi (otot yang menutup kelopak mata), dapat menyebabkan tidur dengan mata terbuka.

Beberapa contoh termasuk:

  1. Kondisi bell’s palsy
  2. Trauma atau cedera
  3. Stroke
  4. Tumor atau operasi untuk mengangkat tumor di dekat saraf wajah, seperti neuroma akustik
  5. Kelainan neuromuskular, yakni kondisi medis yang ditandai dengan ketidakmampuan sistem saraf dan otot untuk bekerja sebagaimana mestinya
  6. Kondisi autoimun, seperti sindrom Guillain-Barré
  7. Sindrom Moebius, yakni kondisi langka yang ditandai dengan kelumpuhan saraf kranial
  8. Bisa juga disebabkan oleh infeksi, termasuk penyakit Lyme, cacar air, penyakit gondok, polio, kusta, difteri, dan botulisme

Nocturnal lagophthalmos juga bisa disebabkan oleh kerusakan fisik pada kelopak mata.

Operasi kelopak mata atau jaringan parut akibat luka bakar atau cedera lain dapat merusak kelopak mata dan membuatnya kurang bisa menutup sepenuhnya.

Baca juga: Waspada, Darah Tinggi Bisa Sebabkan 3 Penyakit Mata Ini

Mata melotot atau menonjol (exophthalmos) yang disebabkan oleh ophthalmopathy Graves, suatu kondisi yang biasa terlihat pada orang dengan kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme), juga dapat membuat kelopak mata lebih sulit untuk ditutup.

Bagi sebagian orang, tidur dengan mata terbuka tidak memiliki penyebab yang jelas. Itu juga bisa terjadi dalam keluarga.

Lebih jarang, bulu mata atas dan bawah yang sangat tebal mungkin menghalangi seseorang untuk bisa menutup mata sepenuhnya di malam hari.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda mencurigai mengalami nocturnal lagophthalmos, sebaiknya segera mengunjungi dokter.

Dokter biasanya akan menanyakan pertanyaan tentang riwayat kesehatan Anda.

Pastikan Anda memberi tahu dokter Anda tentang cedera, infeksi, alergi, atau operasi baru-baru ini yang melibatkan kepala, wajah, atau mata.

Baca juga: Glaukoma: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Cara Mencegah

Saat bertemu dengan Anda, dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Berapa lama Anda mengalami gejala?
  • Apakah gejala Anda memburuk saat Anda bangun?
  • Apakah gejala Anda meningkat sepanjang hari?
  • Apakah Anda menggunakan kipas angin gantung atau sistem pemanas atau pendingin lainnya dengan ventilasi udara di malam hari?
  • Pernahkah ada orang yang memberi tahu Anda bahwa mata Anda terbuka sebagian atau sepenuhnya saat Anda tidur?

Jika dokter Anda mencurigai Anda sedang tidur dengan mata terbuka, mereka mungkin meminta Anda melakukan beberapa tugas untuk mengamati mata Anda saat mata tertutup.

Misalnya, Anda mungkin diminta untuk berbaring dan menutup kedua mata dengan pelan, seperti hendak tidur siang.

Dokter Anda akan mengamati apa yang terjadi pada kelopak mata Anda setelah satu atau dua menit berlalu.

Mereka mungkin melihat apakah kelopak mata bergerak-gerak atau sedikit terbuka dengan sendirinya.

Baca juga: Katarak: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Cara Mencegah

Tes lainnya meliputi:

  • Mengukur jarak antara kelopak mata dengan penggaris
  • Mengukur besarnya gaya yang digunakan untuk menutup mata saat Anda berkedip
  • Pemeriksaan slit lamp, di mana mikroskop dan cahaya terang digunakan untuk melihat mata Anda
  • Tes noda mata fluoresens (pewarna oranye) untuk melihat apakah ada tanda-tanda kerusakan pada mata Anda

Komplikasi tidur dengan mata terbuka

Kondisi tidur dengan mata terbuka kiranya penting untuk diatasi.

Pasalnya, dehidrasi mata berkepanjangan yang bisa disebabkan oleh kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah serius, seperti:

  • Kehilangan penglihatan
  • Infeksi di mata
  • Peningkatan risiko cedera atau goresan pada mata
  • Eksposur keratopathy (kerusakan pada kornea, lapisan terluar mata)
  • Ulkus kornea (luka terbuka di kornea)

Baca juga: 13 Makanan yang Mengandung Vitamin A Tinggi

Cara mengatasi mata terbuka saat tidur

Merangkum Medical News Today, ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah mata terbuka saat tidur.

Seorang dokter mungkin meresepkan obat-obatan, termasuk:

  • Obat tetes mata
  • Air mata buatan
  • Salep mata untuk membantu mencegah goresan

Seseorang juga bisa memakai kacamata pelindung di malam hari yang bisa membantu. Ini bekerja dengan melembabkan mata saat tidur.

Tidur dengan humidifier di kamar tidur juga dapat menjaga kelembapan udara di sekitarnya dan mengurangi kemungkinan mengeringkan mata.

Seorang dokter mungkin juga merekomendasikan penggunaan pemberat kelopak mata eksternal. Ini melekat pada bagian luar kelopak mata atas agar tetap tertutup.

Pilihan lainnya adalah operasi, meskipun ini biasanya hanya disarankan untuk kasus yang parah.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Vitamin C Tinggi

Ada beberapa operasi yang dapat mengobati lagophthalmos.

Dalam satu jenis operasi, implan bedah dimasukkan ke dalam kelopak mata yang berfungsi seagai pemberat kelopak mata untuk menjaga agar mata tetap tertutup saat seseorang sedang tidur.

Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil di bagian luar kelopak mata di atas bulu mata.

Operasi ini menciptakan kantong kecil tempat implan dimasukkan. Implan ditahan dengan jahitan, yang menutup kantung.

Salep antibiotik dioleskan ke kelopak mata untuk membantunya sembuh.

Sebagai hasil dari operasi, seseorang mungkin mengalami:

  • Pembengkakan
  • Tidak nyaman
  • Kemerahan
  • Memar

Gejala ini akan berkurang seiring waktu saat kelopak mata sembuh.

Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Vitamin D Tinggi

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.