Kompas.com - 15/02/2021, 16:06 WIB
Ilustrasi asam lambung, GERD shutterstockIlustrasi asam lambung, GERD

KOMPAS.com – Heartburn dan mual sama-sama merupakan keluhan gastrointestinal (saluran pencernaan) yang umum. Artinya, ada hubungan dari keduanya dengan sistem pencernaan.

Meski menggunakan kata “heart”, keluhan heartburn yang sering juga disebut gastroesophageal reflux sebenarnya tidak ada hubungannya dengan jantung.

Sebaliknya, heartburn terjadi ketika asam dari lambung mengalir kembali ke kerongkongan (esofagus), saluran yang menghubungkan tenggorokan ke lambung.

Baca juga: 9 Makanan Penurun Asam Lambung yang Baik Dikonsumsi

Orang sering menggambarkan heartburn sebagai sensasi terbakar tepat di belakang tulang dada.

Beberapa orang juga mengalami rasa pahit atau asam di bagian belakang tenggorokan. Efeknya bisa bertahan selama beberapa jam dan cenderung lebih buruk setelah makan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Heartburn menggambarkan keinginan untuk muntah.

Sensasinya mungkin datang sebelum muntah atau bisa terjadi dengan sendirinya.

Hubungan antara heartburn dan mual

Heartburn dan mual adalah sama-sama gejala gangguan pencernaan. Jadi, dua kondisi tersebut biasanya terjadi pada waktu yang bersamaan.

Merangkum Health Line, gangguan pencernaan juga dapat disebut sebagai dyspepsia. Ini menggambarkan sekelompok gejala yang berhubungan dengan gangguan usus.

Baca juga: 6 Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan Manusia

Selain heartburn dan mual, orang yang mengalami dyspepsia mungkin akan mengalami gejala, seperti:

  • Merasa cepat kenyang saat makan
  • Merasa tidak nyaman kenyang setelah makan
  • Merasa sakit
  • Perut kembung
  • Sering bersendawa
  • Perut keroncongan
  • Gas lambung

Gangguan pencernaan termasuk kondisi yang sangat umum terjadi.

Beberapa orang hanya mengalami gangguan pencernaan dari waktu ke waktu, sering kali terjadi karena makanan yang ikonsumsi.

Sementara, orang lain bisa mengalaminya secara teratur. Pada kelompok ini, gangguan pencernaan bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.

Baca juga: 11 Makanan Penyebab Heartburn yang Perlu Diwaspadai

Penyebab heartburn dan mual sering terjadi

Ketika seseorang menderita heartburn dan mual dari waktu ke waktu, biasanya hal itu tidak perlu dikhawatirkan.

Gejala ini sering kali terjadi karena makan makanan yang terlalu pedas atau terlalu banyak minum alkohol. Jika ini masalahnya, gejalanya cenderung dapat hilang seiring waktu tanpa pengobatan.

Namun, jika seseorang mengalami gejala tersebut lebih sering, itu bisa menjadi tanda dari kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Merangkum Medical News Today, berikut ini adalah beberapa kondisi kesehatan yang bisa menjadi penyebab heartburn dan mual sering terjadi:

1. Gastritis

Gastritis berarti peradangan atau pembengkakan pada lapisan lambung dari cairan pencernaan asam di usus.

Beberapa orang akan mengalami gastritis akut, artinya datangnya tiba-tiba dan hanya berlangsung dalam waktu singkat.

Baca juga: 6 Komplikasi Heartburn Tak Terkontrol yang Perlu Diwaspadai

Sementara, yang lainnya bisa menderita gastritis kronis, yakni dapat berlangsung selama bertahun-tahun jika mereka tidak menerima pengobatan.

Penyebab gastritis meliputi:

  • Infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori)
  • Kerusakan lapisan perut
  • Sistem kekebalan tubuh lemak

Selain heartburn dan mual, gejala gastritis bisa termasuk:

Nyeri atau ketidaknyamanan di perut bagian atas
muntah

2. Penyakit tukak lambung

Ulkus peptikum atau tukak lambung adalah nyeri pada lapisan lambung.

Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) jangka panjang, seperti ibuprofen dan aspirin dapat menyebabkan tukak lambung.

Infeksi H. pylori juga dapat menyebabkan masalah tersebut.

Gejala ulkus peptikum yang paling umum adalah nyeri tumpul atau terbakar di antara pusar dan tulang dada.

Nyeri biasanya bertambah parah saat perut kosong. Itu bisa datang dan pergi selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan.

Baca juga: 15 Cara Mengatasi Asam Lambung Naik Secara Alami

3. Efek samping obat

Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping yang meliputi heartburn dan mual. Ini termasuk antibiotik spesifik dan NSAID, seperti ibuprofen.

Selebaran atau kemasan informasi obat biasanya mencantumkan kemungkinan efek samping.

Orang juga dapat bertanya kepada dokter atau apoteker tentang efek samping yang mengganggu.

4. Kehamilan

Gejala gangguan pencernaan sering terjadi pada wanita hamil.

Heartburn dapat terjadi kapan saja selama kehamilan karena hormon yang berfluktuasi memengaruhi otot yang menyimpan makanan di perut.

Perubahan ini memungkinkan asam berpindah dari lambung ke kerongkongan.

Mual juga merupakan gejala morning sickness, yang merupakan kejadian sangat umum lainnya dalam kehamilan.

Baca juga: 11 Tanda Awal Kehamilan yang Sering Tak Disadari, Termasuk Jerawat?

Terlepas dari namanya, morning sickness bisa terjadi kapan saja, siang atau malam.

Saat morning sickness, seseorang mungkin hanya merasa mual atau mungkin juga disertai dengan muntah.

5. Kanker perut (lambung)

Dalam kasus yang jarang terjadi, serangan heartburn dan mual yang sering dapat menjadi tanda kanker perut.

Gejala lain mungkin termasuk:

  • Nafsu makan yang buruk
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Sakit di perut
  • Ketidaknyamanan di perut, biasanya di atas pusar
  • Merasa kenyang padahal baru makan kecil
  • Sedang sakit
  • Muntah darah
  • Perut bengkak
  • Darah di tinja
  • Anemia

Baca juga: 9 Penyebab BAB Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Seperti yang ditunjukkan oleh American Cancer Society, sebagian besar gejala ini lebih mungkin disebabkan oleh virus atau ulkus daripada kanker perut.

Kapan harus pergi ke dokter?

Orang biasanya bisa mengatasi heartburn dan mual di rumah.

Namun, siapa pun yang mengalami gangguan pencernaan yang berlangsung selama 2 minggu sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Siapa pun yang gangguan pencernaannya terjadi dengan salah satu gejala berikut juga sebaiknya segera mencari pertolongan medis:

  • Tinja berwarna hitam
  • Muntah darah
  • Sulit atau menyakitkan saat menelan
  • Sering muntah
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Nyeri di dada, rahang, leher, atau lengan
  • Sakit perut yang parah dan terus-menerus
  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Menguningnya mata atau kulit (penyakit kuning)

Baca juga: 6 Penyebab Hepatitis A yang Perlu Diwaspadai

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
Keseleo

Keseleo

Penyakit
6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
Infeksi Payudara

Infeksi Payudara

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.