Kompas.com - 18/02/2021, 08:10 WIB

KOMPAS.com - Sejak pandemi melanda, sampah medis menjadi isu lingkungan yang memprihatinkan.

Paparan limbah medis ini bisa menyebabkan penyakit dan menyebabkan cedera.

Pasalnya, limbah kesehatan juga mengandung zat atau agen berbahaya, seperti berikut:

  • patogen
  • genotoksik
  • bahan kimia atau obat beracun
  • radioaktif.

Baca juga: Tak Sengaja Bertemu Orang Positif Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan

Menurut data WHO, pengelolaan limbah medis yang buruk bisa memicu bahaya berikut:

1. Infeksi

Limbah medis biasanya mengandung patogen penyebab infeksi, yakni virusdan bakteri.

Limbah medis seringkali menyebabkan infeksi saluran pernapasan seperti uberkulosis, Streptococcus pneumonia, dan virus seperti campak, yang bisaterjadi akibat pembuangan limbah yang keliru.

Selain itu, limbah medis juga meningkatkan risiko hepatitis A, B, atau C, hingga HIV dan Aids yang bisa menular melalui barang yang terkontaminasi darah atau cairan tubuh.

2. Bahan kimia berbahaya

Limbah medis sering mengandung bahan kimia berbahaya. Jika tidak dibuang dengan tepat, bisa memicu keracunan.

Bahan kimia dalam limbah medis juga bisa meningkatkan risiko penyakit pernapasan atau kulit.

3. Zat genotoksik

Riset dari Finlandia menemukan bahwa zat genotksik pada limbah meids bisa meningkatkan risiko keguguran.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.