Kompas.com - 18/02/2021, 14:17 WIB
Ilustrasi gorengan Rahul D SilvaIlustrasi gorengan

KOMPAS.com - Penyakit radang tenggorokan tak jarang membuat penderitanya merasa tak nyaman sampai sakit saat menelan.

Kondisi tersebut membuat penderita radang tenggorokan susah makan atau minum asupan tertentu.

Padahal, saat sakit tubuh membutuhkan asupan bergizi untuk membantu proses penyembuhan.

Baca juga: 7 Makanan untuk Penderita Radang Tenggorokan

Mengonsumsi makanan dan minuman yang tepat dapat membantu proses penyembuhan radang tenggorokan.

Sebaliknya, beberapa makanan bisa membuat gejala radang tenggorokan semakin parah.
Melansir Mayo Clinic, beberapa gejala radang tenggorokan yang jamak dirasakan penderitanya, antara lain:

  • Tenggorokan terasa sakit atau gatal
  • Rasa nyeri semakin parah saat digunakan untuk menelan atau bicara
  • Kelenjar di leher atau rahang bengkak
  • Amandel kemerahan atau bengkak
  • Suara serak

Tak jarang, radang tenggorokan karena infeksi menyebabkan demam, batuk, pegal-pegal, dan sakit kepala.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat radang tenggorokan kambuh, penderita disarankan menghindari asupan yang susah ditelan.

Berikut beberapa makanan pantangan penderita radang tenggorokan yang perlu dihindari saat penyakit kambuh:

Baca juga: 7 Obat Radang Tenggorokan Alami

1. Gorengan dan makanan berlemak

Melansir Medical News Today, penderita radang tenggorokan disarankan menghindari makanan berlemak tinggi seperti gorengan, daging merah, sampai susu.

Gorengan dan makanan tinggi lemak lainnya sulit dicerna oleh tubuh dan bisa menekan sistem daya tahan tubuh. Hal itu bisa memperparah gejala radang tenggorokan.

Selain itu, gorengan biasanya memiliki tekstur kasar dan kering, sehingga bisa mengiritasi tenggorokan.

Saat penyakit kambuh, penderita radang tenggorokan disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat seperti ikan, daging tanpa lemak, dan ayam.

Pilih makanan yang bertekstur lembut seperti sup atau makanan yang dihaluskan dan direbus sampai empuk.

 

2. Makanan asam dan asinan

Ilustrasi tom yumShutterstock Ilustrasi tom yum
Saat gejala radang tenggorokan muncul, jauhi dulu makanan bercitarasa asam seperti jeruk nipis, tomat, lemon, asinan, acar, dan sebagainya.

Dilansir dari Live Strong, cita rasa asam dapat mengiritasi dan tenggorokan lebih sakit. Namun, perlu diingat tubuh tetap memerlukan vitamin C untuk membantu proses penyembuhan.

Alih-alih buah-buahan asam, pilih buah yang banyak mengandung air dan kaya antioksidan seperti pisang, melon, persik, kiwi, dan sayur kangkung.

Baca juga: Radang Tenggorokan pada Anak: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati

3. Makanan pedas

Makanan pantangan penderita radang tenggorokan lainnya yakni asupan bercitarasa pedas.

Hindari dulu sambal, cabai bubuk, bumbu kari, pala, merica, dan cengkih. Makanan ini bisa memperparah gejala radang tenggorokan.

Untuk mendapatkan cita rasa sedikit pedas yang tidak mengiritasi tenggorokan, penderita radang tenggorokan boleh mengonsumsi jahe dan bawang.

Jahe dan bawang memiliki sifat antiperadangan dan bisa membantu proses pemulihan dari sakit.

4. Keripik, kerupuk, makanan renyah

Ilustrasi keripik kentang.PEXELS/ICON0.COM Ilustrasi keripik kentang.
Makanan yang bertekstur kasar dan renyah seperti roti panggang, kerupuk, keripik, kacang, dll. dapat melukai tenggorokan yang sedang meradang.

Alih-alih mengonsumsi makanan bertekstur kasar, penderita radang tenggorokan sebaiknya mengonsumsi makanan yang gampang ditelan dan lembut.

Misalkan telur rebus, jus buah, sup, dll. Jika ingin mengonsumsi sayuran renyah, kukus atau rebus terlebih dahulu agar lebih mudah ditelan.

Konsultasikan ke dokter jika gejala radang tenggorokan tak kunjung membaik setelah seminggu diobati.

Atau, saat penderita sampai susah menelan, susah membuka mulut, nyeri sendi, sakit telinga, dan demam.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X