Kompas.com - 05/03/2021, 16:09 WIB

Hal ini dapat menyebabkan siklus makan berlebihan.
"Seiring waktu, hal ini mungkin bisa memicu toleransi terhadap makanan yang membuat mereka kecanduan, " kata Albers.

Orang yang telah mengalami kecanduan makanan biasanya perlu makan lebih banyak untuk merasakan tingkat kesenangan yang sama.

Dan meskipun mereka menyadari konsekuensi negatif dari makan berlebihan, mereka tetap akan merasa sulit untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Makanan yang memicu kecanduan

Makanan yang berpotensi memicu kedanduan biasanya mengandung karbohidrat tinggi dan lemak.

Berikut beberapa jenis makanan yang bisa memicu kecanduan:

  • Cokelat.
  • Es krim.
  • Kentang goreng.
  • Pizza.
  • Kue.
  • Keripik.
  • Kue.
  • Burger keju.

Baca juga: B.1.1.7, Varian Baru Virus Corona yang Lebih Menular dan Mematikan

Gejala kecanduan makanan

Jika tidak segera ditangani, kecanduan makanan bisa memicu masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

“Kecanduan makan juga sangat memengaruhi kualitas hidup orang karena mereka merasa sangat bersalah atau malu,” kata Albers.

Itu sebabnya, kita harus mewaspadai gejala yang terjadi untuk melakukan langkah pencegahan.

Berikut ciri orang yang telah mengalami kecanduan makan:

  • Terus makan meskipun kenyang.
  • Makan sembunyi-sembunyi.
  • Merasa lepas kendali terhadap makanan tertentu.
  • Berpikir tentang makanan setiap hari.
  • Merasa aktivitas lain yang dulunya menyenangkan kurang menyenangkan.
  • Berusaha keras untuk mendapatkan makanan tertentu saat tidak tersedia.
  • Menghindari situasi sosial atau profesional karena makanan.
  • Melanjutkan perilaku ini meskipun ada konsekuensi negatifnya.

Bagaimana cara mengatasinya?

Faktanya, mencoba untuk melawan keinginan makan justru memperkuat keinginan tersebut.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.