Kompas.com - 06/03/2021, 18:08 WIB
Ilustrasi obesitas, menghitung BMI, menghitung IMT, Indeks Massa Tubuh. SHUTTERSTOCK/JPC-PRODIlustrasi obesitas, menghitung BMI, menghitung IMT, Indeks Massa Tubuh.

KOMPAS.com – Kegemukan atau obesitas adalah penyakit kronis multisebab yang dapat mengurangi kualitas hidup pengidapnya.

Tak hanya itu, obesitas dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena beragam penyakit berat, seperti:

Baca juga: 6 Bahaya Obesitas pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Maka dari itu, obesitas adalah kondisi yang tak layak dianggap remah.

Sayangnya, beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa dirinya telah mengalami obesitas.

Jika dibiarkan, hal itu tentu bisa jadi berbahaya.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

5 Tanda Seseorang Mengalami Obesitas yang Perlu Diwaspadai
Mengenal beragam kondisi yang bisa menjadi tanda obesitas penting dilakukan untuk mencegah datangnya komplikasi kegemukan yang mengancam jiwa.
Bagikan artikel ini melalui

Body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh (IMT) adalah indikator umum yang kerap dipakai untuk mengklasifikasikan berat badan ideal.

Melansir WebMD, melalui metode penghitungan BMI, seseorang bisa memperoleh infomasi dasar tetang berat badan ideal dan tidak ideal.

BMI atau IMT bisa dihitung dengan rumus berikut:

BMI= berat badan dalam satuan kg/(tinggi badan dalam satuan meter)²

Klasifikasi IMT menurut Permenkes RI No. 41 tahun 2014 tentang Peroman Gizi Seimbang, yakni sebagai berikut:

  • Berat badan kurang: <18,5
  • Berat badan normal: 18,5 – 25
  • Gemuk (overweight): >25-27
  • Obesitas: >27

Baca juga: 3 Cara Mengukur Obesitas, Mana yang Terbaik?

Sementara itu, tidak jauh beda, klasifikasi BMI berdasarkan Asia Pasifik (2000) adalah sebagai berikut:

  • Berat badan kurang: < 18,5 (risiko penyakit rendah)
  • Berat badan normal: 18,5 – 22,9 (risiko penyakit rara-rata)
  • Berat badanlebih: >23 (risiko penyakit meningkat) Pre-obese: 23-24,9 (risiko penyakit meningkat)
  • Obesitas derajat 1: 25-29,9 (risiko penyakit sedang)
  • Obesitas derajat 2 : > 30-3 (risiko penyakit berat)

Jadi, misalnya seseorang memiliki berat badan76 kilogram dan tinggi badan 158 sentimeter, besar BMI-nya adalah 76 dibagi (1,58x1,58)= 30,4.

Karena memiliki BMI lebih dari 30, orang tersebut dapat dikatakan sudah mengalami obesitas derajat 2.

Baca juga: 6 Penyebab Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Namun, terkadang, BMI bisa menjadi cara yang culut bagi orang awam untuk mengetahui tingkat kelebihan berat badan atau obesitas mereka.

Selain itu, BMI tidak dapat memperhitungkan otot yang mungkin dimiliki, yang berarti pembacaan salah mungkin terjadi.

Sebagai alternatif, beberapa cara berikut mungkin lebih mudah digunakan dan dipahami dari pembacaan BMI untuk mengetahui status berat badan seseorang:

1. Lingkar pinggang besar

Konselor nutrisi pemilik Entirely Nourished, Michelle Routhenstein, MS, RD, CDE, CDN, berpendapat cara terbaik untuk mengetahui apakah seseorang memiliki berat badan yang sehat adalah dari ukuran pinggangnya.

"Lingkar pinggang yang lebih besar dari 35 inci (88,9 cm) pada wanita dan lebih dari 40 inci (101,6 cm) pada pria tidak hanya dapat menentukan status kelebihan berat badan, tetapi juga menentukan angka yang pasti pada kesehatan seseorang," katanya dilansir dari Health Line.

Menurut dia, ukuran lingkar pinggang di atas angka-angka tersebut bisa menunjukkan lemak perut yang berlebihan, jenis lemak berbahaya yang mengelilingi organ vital, yang meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan sindrom metabolik.

Baca juga: Bagaimana Serat Bisa Bantu Turunkan Berat Badan?

Pengukuran lingkar pinggang juga merupakan cara yang mudah dilakukan dipahami.

“Keuntungan dari metode ini adalah kinerjanya yang cepat dan merupakan prediktor yang cukup andal untuk risiko diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung,” kata Mitchell Zandes, MS, RD, CSCS, ahli diet klinis.

Untuk mengukur lingkar pinggang Anda, Anda hanya membutuhkan pita pengukur.

Letakkan pita pengukur di atas tulang pinggul Anda, kemudian lilitkan ke tebuh, sejajar dengan pusar.

Tahan godaan untuk mengempiskan perut saat proses penghitungan. Pembacaan ukuran lingkar perut yang tidak akurat Akan merugikan diri Anda sendiri.

2. Mendengkur

Jika pasangan Anda, sahabat, atau bahkan Anda memperhatikan dengkuran yang berlebihan dan Anda terbangun dengan perasaan gelisah, itu mungkin alasan yang baik untuk segera memeriksa berat badan Anda.

Baca juga: 7 Gejala Sleep Apnea pada Anak yang Perlu Diwaspadai

“Jika Anda sering mendengkur dan jarang tidur nyenyak, Anda mungkin menderita sleep apnea,” kata Routhenstein.

Sleep apnea adalah suatu kondisi yang menyebabkan pernapasan Anda berhenti dan mulai lagi berulang kali saat Anda tidur.

Kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya oksigen dan kelelahan ekstrim selama jam-jam bangun.

Kebanyakan orang dengan kondisi ini cenderung mendengkur akibat obstruksi jalan napas.

"Ketika tubuh Anda menyimpan lemak di sekitar leher, itu mungkin mempersempit jalan napas yang menyebabkan pernapasan dangkal atau berhenti bernapas," jelas Routhenstein.

3. Sering alami heartburn

Perubahan berat badan Anda, bahkan sedikit saja, dapat menyebabkan lebih banyak refluks asam lambung (asam lambung naik ke kerongkongan atau esofagus).

Lebih dari 1/3 individu yang kelebihan berat badan dan obesitas mengalami penyakit gastroesophageal reflux (GERD).

Baca juga: 5 Penyebab Heartburn dan Mual Sering Terjadi yang Perlu Diwaspadai

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara obesitas dan perkembangan GERD.

Gejala lain dari GERD termasuk:

  • Bersendawa
  • Mual
  • Rasa pahit di mulut
  • Sakit perut

4. Nyeri sendi

Nyeri sendi bisa menjadi tanda obesitas.

Merangkum Medical News Today, obesitas merupakan faktor risiko osteoartritis, jenis artritis yang paling umum.

Osteoartritis adalah kelainan yang menyebabkan kerusakan sendi, nyeri, penurunan mobilitas sendi, dan penurunan kualitas hidup.

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Beda Penyakit Rematik dan Asam Urat

Membawa beban ekstra memberikan lebih banyak tekanan pada semua persendian Anda, dan seiring bertambahnya berat badan, tekanan tersebut meningkat.

Jika Anda mengalami sakit lutut atau pinggul, atau sakit punggung kronis, Anda mungkin mengalami tanda-tanda masalah berat badan.

5. Kelelahan kronis

Kelelahan kronis bisa juga menjadi gejala obesitas.

Berat berlebih memberi tekanan tambahan pada organ Anda, termasuk paru-paru.

Jika tugas sederhana, seperti mengikat sepatu atau membersihkan kamar, menyebabkan kelelahan, sesak napas, atau kesulitan bernapas, Anda mungkin mengalami masalah berat badan.

Demikian pula, individu yang kelebihan berat badan dan obesitas memiliki risiko lebih besar terkena asma.

Orang dengan masalah berat badan mungkin mengalami peradangan kronis karena kelebihan berat badan. Hal ini dapat menyebabkan peradangan pada saluran udara dan mempersulit pernapasan.

Baca juga: 5 Penyebab PPOK pada Orang Bukan Perokok

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

BrandzView
Batu Amandel

Batu Amandel

Penyakit
Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.