Kompas.com - 23/03/2021, 10:09 WIB
Ilustrasi mata lelah akibat terlalu lama menatap layar komputer Dok. LapIlustrasi mata lelah akibat terlalu lama menatap layar komputer

KOMPAS.com – Miopi atau rabun jauh adalah kondisi penglihatan umum di mana penderita dapat melihat objek di dekat dengan jelas, tetapi objek yang lebih jauh terlihat kabur.

Miopi juga dikenal dengan istilah mata minus.

Kondisi ini terjadi ketika bentuk mata menyebabkan sinar cahaya membengkok (membias) secara tidak benar, memfokuskan gambar di depan retina, bukan di retina.

Baca juga: 15 Penyebab Mata Kering dan Cara Mengatasinya

Rabun jauh dapat berkembang secara bertahap maupun cepat.

Myopia ini sering kali memburuk selama masa kanak-kanak dan remaja.

Rabun jauh cenderung terjadi dalam keluarga.

Meski pemeriksaan mata dasar dapat memastikan kondisi rabun jauh, mengenal beragam kondisi yang bisa menjadi gejala mata minus ini baik juga dilakukan untuk mendukung proses perawatan.

Penderita dapat mengobati atau mengimbangi keburaman dengan kacamata, lensa kontak, atau operasi refraksi.

Gejala rabun jauh

Merangkum Mayo Clinic, ada sejumlah kondisi yang bisa menjadi tanda atau gejala mata minus.

Ini mungkin termasuk:

  1. Penglihatan kabur saat melihat objek yang jauh
  2. Dorongan untuk menyipitkan mata atau menutup sebagian kelopak mata untuk melihat dengan jelas
  3. Sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan mata
  4. Kesulitan melihat saat mengendarai kendaraan, terutama pada malam hari (rabun senja)

Baca juga: 4 Penyebab Mata Merah dan Cara Menghilangkannya

Rabun jauh sering pertama kali terdeteksi selama masa kanak-kanak dan biasanya didiagnosis antara tahun-tahun sekolah awal hingga remaja.

Seorang anak dengan rabun jauh dapat menunjukkan gejala berikut:

  • Menyipitkan mata terus menerus
  • Perlu duduk lebih dekat ke televisi, layar film, atau bagian depan kelas
  • Tampak tidak menyadari adanya objek yang jauh
  • Berkedip berlebihan
  • Sering-sering menggosok matanya

Lantas, kapan harus ke dokter?

Jika Anda mengalami kesulitan melihat sesuatu yang jauh atau kualitas penglihatan Anda menurun sehingga Anda tidak dapat melakukan tugas sebaik yang Anda inginkan, lebih baik segera temui dokter mata.

Dokter dapat menentukan tingkat mana minus Anda dan memberi tahu Anda tentang pilihan untuk memperbaiki penglihatan Anda.

Baca juga: 13 Cara Menghilangkan Kantung Mata Secara Alami

Sementara itu, carilah perawatan medis darurat jika Anda mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Muncul banyak floater secara tiba-tiba, yakni bintik kecil seperti melayang melalui bidang penglihatan Anda
  • Tampak kilatan cahaya di satu atau kedua mata
  • Megalami serangan cahaya atau bayangan yang menutipi sebagian daerah penglihatan Anda

Berbagai kondisi itu adalah tanda peringatan ablasi retina yang merupakan komplikasi miopia yang jarang terjadi.

Ablasi retina adalah keadaan darurat medis dan butuh penanganan segera.

Faktor risiko rabun jauh

Melansir Health Line, menurut National Eye Institute, miopi sering didiagnosis antara usia 8 dan 12 tahun.

Mata Anda tumbuh pada usia ini, sehingga bentuk mata Anda bisa berubah.

Orang dewasa biasanya tetap mengalami rabun jauh jika mereka memiliki kondisi tersebut saat masih anak-anak.

Baca juga: 13 Makanan yang Mengandung Vitamin A Tinggi

Orang dewasa juga bisa mengalami rabun jauh karena kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes.

Stres visual adalah faktor risiko lain untuk rabun jauh. Ini adalah kelelahan mata untuk melakukan pekerjaan mendetail, seperti membaca atau menggunakan komputer.

Rabun jauh juga bisa menjadi kondisi yang diturunkan.

Jika salah satu atau kedua orang tua Anda mengalami mata minus, kemungkinan besar Anda juga demikian.

Baca juga: Glaukoma: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Cara Mencegah

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

Health
Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Health
Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Health
Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.