Kompas.com - 17/04/2021, 14:06 WIB
ibu hamil pakai masker Shutterstock.comibu hamil pakai masker

KOMPAS.com - Dehidrasi bisa menjadi masalah kapan saja bagi wanita, tetapi kondisi ini terutama mengkhawatirkan jika terjadi selama kehamilan.

Pada dasarnya, seorang ibu hamil bukan hanya membutuhkan lebih banyak air daripada sebelumnya, tetapi bayi dalam kandungan juga membutuhkan air.

Air sangat penting untuk kehidupan. Ini memainkan peran penting dalam perkembangan janin yang sehat.

Baca juga: 10 Tanda Dehidrasi pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Itu berarti tetap terhidrasi dengan baik selama kehamilan adalah suatu keharusan.

Meangkum Medical News Today, dehidrasi ringan mungkin tidak berbahaya selama kehamilan jika ibu hamil tersebut bisa segera mendapatkan cukup cairan.

Tapi, dehidrasi yang sudah berkembang menjadi parah bisa berbahaya bagi ibu hamil maupun bayinya.

Berikut ini adalah beberapa bahaya dehidrasi pada ibu hamil yang baik diwaspadai:

  • Menurunkan kadar cairan ketuban yang bisa memengaruhi perkembangan bayi, menyebabkan persalinan prematur
  • Memengaruhi produksi air susu ibu (ASI) setelah melahirkan
  • Menyebabkan kekurangan nutrisi penting bagi kesehatan ibu hamil dan bayi yang sedang berkembang, sehingga dianggap dapat memicu bayi lahir dengan cacat bawaan
  • Terkadang, dehidrasi bahkan bisa menyebabkan koma atau bahkan berakibat fatal pada ibu hamil

Jadi penting kiranya tanda dehidrasi pada ibu hamil dapat dikenali sebagai upaya deteksi dini atau mendukung penanganan terhadap masalah ini.

Baca juga: 18 Tanda Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai

Tanda dehidrasi pada ibu hamil

Cara paling sederhana yang bisa dilakukan untuk mengenali tanda dehidrasi pada ibu hamil adalah dengan memerhatikan warna urine yang diproduksi.

Melansir Health Line, urine ibu hamil yang ditemukan berwarna kuning pekat atau lebih gelap dari biasanya adalah tanda dehidrasi.

Sebaliknya, warna urine yang bening dan jernih mengindikasikan tubuh ibu hamil sudah terhidrasi dengan baik.

Dehidrasi ringan hingga sedang pada ibu hamil juga dapat menyebabkan gejala-gejala berikut:

  • Mulut kering dan lengket
  • Kantuk
  • Merasa haus
  • Penurunan kebutuhan untuk buang air kecil
  • Sakit kepala
  • Sembelit
  • Pusing

Baca juga: 6 Bahaya Darah Tinggi pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Jika ibu hamil mengalami gejala dehidrasi ini, sebaiknya segera minumlah air putih dan istirahatlah jika bisa.

Sebaiknya ibu hamil juga menghubungi dokter dan menjelaskan perasaan Anda.

Selama kehamilan, dehidrasi dapat pula memicu kontraksi Braxton-Hicks atau kontraksi palsu. Ini adalah pengencangan rahim yang biasanya hanya berlangsung satu atau dua menit.

Kejadian kontraksi ini paling sering terjadi pada trimester ketiga, tetapi ibu hamil mungkin juga merasakannya pada trimester kedua.

Jika ibu hamil mengalami banyak kontraksi ini, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak terhidrasi dengan baik.

Dehidrasi ringan dan bahkan sedang biasanya dapat dikelola dan diatasi dengan air minum.

Tetapi, dehidrasi parah, terutama selama kehamilan, membutuhkan perhatian medis segera.

Gejala dehidrasi parah meliputi:

  1. Merasa sangat haus
  2. Mulut, kulit, dan selaput lendir yang terlalu kering
  3. Lekas marah dan kebingungan
  4. Sedikit atau tidak ada urine
  5. Urine yang sangat gelap
  6. Mata cekung
  7. Detak jantung dan pernapasan yang cepat
  8. Tekanan darah rendah yang dapat menyebabkan pusing atau pingsan
  9. Kulit kurang elastis yang terlihat cekung atau tipis
  10. Tidak berkeringat, bahkan dalam cuaca panas
  11. Merasa sangat lemah atau lelah
  12. Perubahan pola gerakan bayi

Jika salah satu dari gejala ini muncul, ibu hamil sebaiknya segera menemui atau berkonsultasi dengan dokter. 

Dehidrasi yang parah dapat menyebabkan syok dan kegagalan organ. Itu juga bisa membahayakan bayi.

Baca juga: 5 Cara Mencegah Dehidrasi Selama Berpuasa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.