Kompas.com - 28/04/2021, 04:05 WIB
Ilustrasi karbohidrat SHUTTERSTOCKIlustrasi karbohidrat

Mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar di malam hari dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Tubuh Anda kemudian menyimpan glukosa ekstra yang tidak Anda gunakan untuk energi sebagai lemak tubuh.

Bagi Anda yang terbiasa berolahraga di pagi hari, sebaiknya mengonsumsi karbohidrat usia berolahraga.

Sebab, olahraga dalam kondisi perut kosong akan membantu meningkatkan pembakaran lemak.

Namun, jika Anda ingin melakukan olahrafa intensitas tinggi, sebaiknya konsumsi makanan ringan terlebih dahulu.

Konsumsi karbohidrat di malam hari bisa memicu kesulitan tidur. Makan karbohidrat saat malam dapat memengaruhi tidur.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tips Pola Makan Sehat untuk Pasien Kanker

Sebab, makanan butuh waktu untuk dicerna. Tidur setelah makan bisa memicu rasa mular atau naiknya asam lambung.

"Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari karbohidrat, Anda perlu mengonsumsinya di waktu yang tepat," ucap Patton.

Selain itu, mengonsumsi makanan manis dan cepat saji dapat meningkatkan gula darah dengan cepat.

Akibatnya, Anda mungkin merasa lapar satu hingga dua jam kemudian. Nafsu makan pun bisa meningkat tajam.

Hal yang sama dapat terjadi jika Anda hanya makan karbohidrat dan kurang mendapatkan asupan protein serta lemak yang cukup. mendapatkan cukup protein dan lemak.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X