Kompas.com - 13/05/2021, 10:00 WIB

KOMPAS. - Idul fitri biasanya identik dengan makanan bersantan. Padahal, makanan bersantan dipercaya banyak orang bisa memicu kolesterol tinggi.

Seperti yang kita ketahui, kolesterol tinggi dapat menyebabkan terbentuknya endapan di dinding arteri.

Endapan ini dapat mengurangi aliran darah yang dapat menyebabkan komplikasi, seperti:

1. Nyeri dada

Jika arteri yang memasok darah ke jantung terpengaruh, kita rentan mengalami nyeri dada dan gejala penyakit arteri koroner lainnya.

2. Serangan jantung

Jika plak robek atau pecah, bekuan darah dapat terbentuk di tempat pecahnya plak.

Akibatnya, aliran darah terhalang dan menyumbat arteri di bagian hilir.
Jika aliran darah ke bagian jantung Anda berhenti, Anda akan mengalami serangan jantung.

3. Stroke

Mirip dengan serangan jantung, stroke terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke bagian otak.

Baca juga: Amankah Hamil saat Menderita Lupus?

Lalu apakah benar makanan bersantan bisa meningkatkan kadar kolesterol?

Umumnya, santan mengandung lemak jenuh yang tinggi. Dan sudah bukan rahasila lagi makanan tinggi lemak jenuh bisa memicu penyakit jantung.

Memang sangat sedikit penelitian yang meneliti santan secara khusus.

Namun, riset yang meneliti 60 pria selama delapan minggu menunjukan, santan justru dapat menurunkan tingkat kolesterol LDL atau yang biasa dikenal dengan kolesterol jahat.

Santan juga bisa meningkatkan kolesterol HDL atau kolesterol baik sebesar 18 persen.

Memang dalam beberapa penelitian para ilmuwan menemukan adanya peningkatan kadar koelsterol sebagai respon terhadap lemak kelapa.

Namun, kolesterol HDL juga meningkat berkat konsumsi santan. Bahkan, trigliserida juga menurun.

Disisi lain, Asam laurat yang merupakan asam lemak utama dalam lemak kelapa dapat meningkatkan kolesterol LDL "jahat" dengan menurunkan aktivitas reseptor yang membersihkan LDL dari darah.

Baca juga: Mengenal Penyebab dan Metode Pengobatan Fraktur Penis (Penis Patah)

Dua penelitian pada populasi yang sama menunjukkan bahwa respon kolesterol terhadap asam laurat dapat berbeda-beda pada setiap individu.

Hal itu juga tergantung pada jumlah atau besaran porsi yang Anda makan.

Dalam sebuah penelitian pada wanita sehat, peneliti mencoba mengganti 14 persen lemak tak jenuh tunggal dengan asam laurat.

Hasilnya, hal tersebut justru dapat meningkatkan kolesterol LDL "jahat" sekitar 16 persen.

Sementara itu, mengganti 4 persen lemak kelapa dengan asam laurat memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap kolesterol.

Melihat laporan dari healthlne, santan justru dapat mengurangi risiko peradangan dan tukak lambung.

Selain itu, santan juga berfungsi melawan virus dan bakteri.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua penelitian membahas tentang efek santan secara spesifik.

Yang mesti kita lakukan hanyalah mengonsumsi sewajarnya saja. Sebab, segala sesuatu yang berlebihan memang bisa berakibat buruk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.