Kompas.com - 02/06/2021, 12:02 WIB
Ilustrasi sakit maag. SHUTTERSTOCKIlustrasi sakit maag.

KOMPAS.com – Dagi segi kesehatan, peradangan bisa baik dan buruk tergantung situasainya.

Si satu sisi, peradangan adalah cara alami tubuh untuk melawan hal-hal yang membahayakannya, seperti infeksi, cedera, dan racun dalam upaya menyembuhkan diri.

Merangkum Health Line, ketika ada sesuatu yang merusak sel-sel, tubuh kita akan melepaskan bahan kimia yang memicu respons dari sistem kekebalan kita.

Baca juga: 6 Makanan Penyebab Peradangan yang Perlu Diwaspadai

Respons ini meliputi pelepasan antibodi dan protein, serta peningkatan aliran darah ke area yang rusak.

Seluruh proses tersebut biasanya berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari dalam kasus peradangan akut.

Tapi di sisi lain, peradangan kronis dan berkelanjutan seiring waktu dapat berdampak negatif pada jaringan dan organ tubuh kita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peradangan kronis terjadi ketika respons pertahanan tubuh tetap ada, membuat tubuh kita selalu waspada.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peradangan kronis juga dapat berperan dalam berbagai kondisi, termasuk kanker.

Gejala peradangan kronis

Peradangan akut sering kali menyebabkan gejala yang terlihat, seperti nyeri, kemerahan, atau bengkak.

Tetapi gejala peradangan kronis biasanya lebih “halus”. Ini membuatnya mudah untuk diabaikan.

Baca juga: 8 Makanan yang Perlu Dihindari Penderita Radang Sendi

Halaman:

Sumber Health Line,
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X