Kompas.com - 02/06/2021, 12:02 WIB
Ilustrasi sakit maag. SHUTTERSTOCKIlustrasi sakit maag.

KOMPAS.com – Dagi segi kesehatan, peradangan bisa baik dan buruk tergantung situasainya.

Si satu sisi, peradangan adalah cara alami tubuh untuk melawan hal-hal yang membahayakannya, seperti infeksi, cedera, dan racun dalam upaya menyembuhkan diri.

Merangkum Health Line, ketika ada sesuatu yang merusak sel-sel, tubuh kita akan melepaskan bahan kimia yang memicu respons dari sistem kekebalan kita.

Baca juga: 6 Makanan Penyebab Peradangan yang Perlu Diwaspadai

Respons ini meliputi pelepasan antibodi dan protein, serta peningkatan aliran darah ke area yang rusak.

Seluruh proses tersebut biasanya berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari dalam kasus peradangan akut.

Tapi di sisi lain, peradangan kronis dan berkelanjutan seiring waktu dapat berdampak negatif pada jaringan dan organ tubuh kita.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

5 Gejala Peradangan Kronis yang Perlu Diwaspadai
Gejala peradangan kronis penting dikenali segera untuk mendukung upaya pengobatan agar tidak semakin parah, bahkan bisa menyebabkan kanker.
Bagikan artikel ini melalui

Peradangan kronis terjadi ketika respons pertahanan tubuh tetap ada, membuat tubuh kita selalu waspada.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peradangan kronis juga dapat berperan dalam berbagai kondisi, termasuk kanker.

Gejala peradangan kronis

Peradangan akut sering kali menyebabkan gejala yang terlihat, seperti nyeri, kemerahan, atau bengkak.

Tetapi gejala peradangan kronis biasanya lebih “halus”. Ini membuatnya mudah untuk diabaikan.

Baca juga: 8 Makanan yang Perlu Dihindari Penderita Radang Sendi

Dilansir dari Parsley Health, gejala peradangan kronis yang umum terjadi, meliputi:

1. Badan pegal-pegal

Badan pegal-pegal seperti nyeri otot dan nyeri sendi biasanya disebabkan oleh peningkatan peradangan sistemik.

Ketika sitokin meningkat di dalam tubuh, protein inflamasi imun yang berfungsi untuk menangkal infeksi ini dapat menyerang jaringan otot dan sendi yang menyebabkan kemerahan, bengkak, dan nyeri.

2. Ruam kulit

Ruam kulit seperti eksim atau psoriasis, adalah kondisi kulit inflamasi yang ditandai dengan kulit merah, kasar, dan bersisik.

Baik eksim maupun psoriasis terkait dengan hipersensitivitas sistem kekebalan.

Individu dengan kondisi ini lebih cenderung memiliki lebih banyak sel mast inflamasi yang bila diaktifkan, dapat memicu ruam kulit ke permukaan.

Baca juga: 18 Makanan yang Mengandung Vitamin E Tinggi

3. Produksi lendir yang berlebihan

Saat meradang, selaput lendir akan menghasilkan dahak yang kental sebagai upaya untuk melindungi sel epitel di lapisan sistem pernapasan.

Reaksi ini dapat mengakibatkan hidung tersumbat atau pilek, batuk berdahak, dan bersin-bersin.

4. Energi rendah

Rasa lelah yang terus-menerus meski cukup tidur malam adalah petunjuk lain bahwa tubuh Anda sedang melawan peradangan kronis.

Sama seperti Anda merasa lesu saat sakit, saat Anda mengalami peradangan kronis, sistem kekebalan Anda tetap aktif dan terus bekerja “lembur” untuk mengatur responsnya.

Pada gilirannya, peradangan kronis dapat meningkatkan kebutuhan energi sel untuk memastikan regenerasi sel kekebalan yang cepat dan semakin menguras bahan bakar yang Anda butuhkan untuk merasa berenergi penuh.

5. Gangguan pencernaan

Masalah pencernaan yang umum termasuk perut kembung, sakit perut, sembelit, dan diare juga dapat menunjukkan masalah peradangan.

Peradangan kronis di seluruh tubuh dapat berkontribusi pada sindrom usus bocor atau permeabilitas usus yang dapat menyebabkan bakteri dan racun “bocor” melalui dinding usus ke seluruh tubuh.

Sebuah "usus bocor" selanjutnya dapat memicu peradangan sistemik yang sedang berlangsung dan berkontribusi pada gejala pencernaan seperti perut kembung dan buang air besar tidak teratur.

Berbagai gejala tersebut dapat berkisar dari ringan hingga parah dan berlangsung selama beberapa bulan atau beberapa tahun.

Baca juga: 9 Macam Gangguan Pencernaan dan Cara Mengobatinya


Sumber Health Line,
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Pinggul

Displasia Pinggul

Penyakit
8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

Health
Radang Permukaan Lidah

Radang Permukaan Lidah

Penyakit
13 Makanan untuk Melancarkan BAB

13 Makanan untuk Melancarkan BAB

Health
Gusi Bengkak

Gusi Bengkak

Penyakit
13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

Health
Biang Keringat

Biang Keringat

Penyakit
Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Health
Mata Gatal

Mata Gatal

Penyakit
Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Health
Iritis

Iritis

Penyakit
6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Gusi

Abses Gusi

Penyakit
Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.