Kompas.com - 06/06/2021, 22:29 WIB

KOMPAS.com – Hampir semua penyebab penis keluar darah adalah kondisi berbahaya.

Bahkan jika Anda tidak memiliki gejala lainnya, darah yang keluar dari penis bisa menjadi kejadian mengkhawatirkan yang sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter.

Penyebab darah keluar dari penis dapat berkisar dari aktivitas olahraga sangat berat hingga kondisi medis (penyakit) yang lebih serius.

Baca juga: 12 Penyakit Menular Seksual yang Harus Diwaspadai

Dalam beberapa kasus, adanya gejala lain dapat membantu mempersempit kemungkinan penyebabnya.

Dokter dapat melakukan beberapa pengujian untuk menentukan penyebab yang mendasari kondisi Anda dan membuat diagnosis.

Penyebab penis keluar darah

Penis pada dasarnya memiliki dua pekerjaan utama, yakni membantu membawa urine dan air mani keluar dari tubuh.

Kedua tugas ini merupakan hasil akhir dari proses kompleks yang melibatkan bagian dan fungsi tubuh lainnya.

Masalah di bagian “hulu” bisa menyebabkan pendarahan dari penis dan gejala lainnya.

Darah dalam urine

Jika darah muncul di urine Anda (hematuria), masalahnya bisa di mana saja di saluran kemih Anda.

Beri tahu dokter jika Anda mengalami kesulitan buang air kecil atau sakit saat buang air kecil.

Nyeri di punggung dan perut bagian samping Anda bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih (ISK), batu ginjal, atau kondisi terkait.

Urine Anda mungkin terlihat berbeda juga. Perhatikan jika tampak keruh atau lebih gelap dari biasanya.

Baca juga: Penyebab Urine Berbusa dan Cara Mengatasinya

Darah dalam air mani

Darah dalam air mani (hematospermia) bisa disertai dengan rasa sakit saat buang air kecil atau rasa sakit saat ejakulasi.

Keluarnya cairan lain dari penis Anda bisa menjadi gejala penyakit menular seksual (PMS).

Jika pendarahan bersamaan dengan demam, Anda mungkin mengalami infeksi yang memerlukan antibiotik atau obat lain untuk mengobatinya.

Terlepas dari penyebab atau gejala spesifik, Anda harus menemui dokter umum atau dokter urologi.

Dokter urologi adalah dokter spesialis yang mempelajari ilmu tentang sistem saluran kemih (urologi).

Baca juga: 3 Teknik Menunda Ejakulasi untuk Cegah Ejakulasi Dini

Hematospermia dan hematuria adalah gejala yang cukup sering dilihat dokter urologi setiap hari.

Meskipun Anda mungkin merasa canggung untuk mendiskusikan gejala Anda, yakinlah bahwa dokter telah sering mendengarnya dari orang lain.

Penting bagi Anda untuk dapat menjelaskan gejala yang Anda alami selengkap mungkin dan kapan gejala itu pertama kali muncul untuk membantu dokter mendiagnosis kondisi Anda.

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab penis keluar darah yang perlu diwaspadia:

1. Pembesaran prostat

Prostat adalah kelenjar kecil yang berfungsi membantu menghasilkan beberapa cairan yang membentuk air mani.

Prostat terletak tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra.

Normalnya prostat seukuran kacang kenari.

Seiring bertambahnya usia pada pria, prostat biasanya akan bertambah besar dan mulai menekan uretra.

Pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) adalah kondisi ketika prostat membesar.

Baca juga: Penyebab Penis Ereksi Saat Bangun Tidur pada Pagi Hari

Gejala umum dari pembesaran prostat jika bisa meliputi:

  • Ditemukan sejumlah kecil darah dalam urine (sering kali tidak terlihat dengan mata telanjang, tetapi dapat dideteksi dalam tes urine)
  • Sering buang air kecil
  • Kesulitan buang air kecil

Tekanan pada uretra dapat menyebabkan beberapa darah muncul dalam urine Anda.

Pemeriksaan fisik dan pencitraan, seperti ultrasound (USG) dapat membantu mendiagnosis pembesaran prostat jinak.

Obat-obatan, termasuk alpha blocker dan 5-alpha reductase inhibitor dapat membantu dalam mengecilkan prostat.

Pembesaran prostat jinak dan kanker prostat memiliki gejala yang sama.

Jika dokter Anda mencurigai kanker prostat, mereka mungkin akan merekomendasikan biopsi prostat, di mana sampel jaringan diambil dari kelenjar prostat.

Baca juga: Penis Jarang Ereksi Saat Bangun Tidur pada Pagi Hari, Normalkah?

2. Prostatitis

Infeksi bakteri pada prostat atau prostatitis dapat menyebabkan darah dalam urine dan gejala yang mirip dengan pembesaran prostat jinak.

Tes urine terkadang dapat mengungkapkan apakah Anda memiliki infeksi atau tidak.

USG atau CT scan dapat digunakan untuk melihat ukuran, bentuk, dan kesehatan prostat.

Dokter Anda biasanya akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi.

3. Kanker prostat

Kanker prostat cenderung berkembang tanpa gejala yang jelas.

Tes darah yang memeriksa kadar prostate specific antigen (PSA) atau antigen spesifik prostat  dapat membantu memastikan apakah Anda menderita kanker prostat atau tidak.

Gejala kanker prostat yang bisa terjadi meliputi:

  • Darah dalam urine atau air mani
  • Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil
  • Kesulitan mempertahankan ereksi
  • Ejakulasi yang menyakitkan
  • Rasa sakit atau tekanan di rektum

Operasi pengangkatan prostat sering menjadi pilihan untuk kasus kanker prostat. Prosedur ini disertai dengan beberapa potensi efek samping yang sulit, seperti inkontinensia dan disfungsi seksual.

Baca juga: 5 Makanan Cegah Risiko Kanker Prostat, Pria Wajib Tahu

4. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) dapat terjadi di mana saja di saluran kemih, termasuk uretra, ureter, kandung kemih, dan ginjal. Tapi, infeksi saluran kemih sering kali terletak di uretra atau kandung kemih.

Selain darah dalam urine, gejala infeksi saluran kemih lainnya bisa termasuk:

  • Bau yang kuat dari urine
  • Sensasi terbakar saat kencing

Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang sering dimulai dengan bakteri dari saluran pencernaan yang masuk ke saluran kemih. Antibiotik biasanya cukup untuk mengobati infeksi ini.

Baca juga: 6 Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih yang Bisa Mengancam Nyawa

5. Kanker kandung kemih

Adanya darah dalam urine Anda yang berwarna merah terang atau sangat gelap bisa menjadi tanda kanker kandung kemih.

Darah mungkin muncul suatu hari dan tidak pada hari berikutnya.

Hematuria sering kali merupakan satu-satunya gejala pada awalnya.

Kemudian, buang air kecil mungkin sulit atau menyakitkan.

Namun, perlu diingat bahwa hematuria dan nyeri saat buang air kecil bisa juga menjadi gejala dari banyak kondisi yang kurang serius, seperti infeksi saluran kemih.

Meski demikian, gejala tersebut harus selalu dilaporkan ke dokte.

Perawatan untuk kanker kandung kemih tergantung pada stadium kanker.

Jika kanker sudah dalam stadium lanjut, pembedahan untuk mengangkat kandung kemih dan menggantinya dengan yang sintetis terkadang diperlukan.

Kemoterapi, terapi radiasi, dan imunoterapi mungkin merupakan pilihan lain untuk pengobatan kanker kandung kemih, tergantung pada sejumlah faktor.

Baca juga: Kanker Kandung Kemih: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

6. Infeksi ginjal

Ginjal adalah organ tubuh yang memiliki peran sangat penting. Selain membantu tubuh mengeluarkan limbah sebagai urine, ginjal juga membantu menyaring produk limbah dari darah.

Pielonefritis adalah infeksi ginjal yang parah, yang biasanya dimulai sebagai infeksi saluran kemih.

Pielonefritis dapat berkembang jika infeksi di kandung kemih tidak berhasil diobati.

Gejala pielonefritis yang penting diwaspadai meliputi:

  • Urine berdarah atau keruh
  • Urine berbau busuk
  • Buang air kecil yang sering atau menyakitkan
  • Demam atau badan menggigil

Infeksi ginjal dapat merusak ginjal Anda secara permanen.

Anda mungkin memerlukan antibiotik yang kuat selama seminggu atau lebih untuk membersihkan infeksi.

Baca juga: 7 Penyebab Urine Berwarna Gelap yang Perlu Diketahui

7. Batu ginjal

Batu ginjal adalah endapan mineral dan garam berukuran kecil yang terbentuk di ginjal.

Batu ginjal dapat mengiritasi organ ginjal dan dapat menyebabkan darah muncul di urine Anda.

Jika batu ginjal belum pindah ke ureter, mungkin tidak menimbulkan gejala sama sekali. Mungkin sudah ada sedikit darah dalam urine Anda, tetapi Anda mungkin tidak dapat melihatnya.

Setelah batu ginjal pindah ke saluran kemih Anda, Anda mungkin akan mengalami rasa sakit yang cukup besar di punggung, samping, atau perut. Buang air kecil bisa menjadi menyakitkan, dan urine Anda mungkin menjadi berwarna kemerahan, merah muda, atau cokelat.

Tes pencitraan dan tes urine dapat membantu dokter mendiagnosis batu ginjal. Dalam beberapa kasus batu ginjal, yang bisa dilakukan penderita hanyalah minum banyak cairan dan menunggu batunya keluar sendir.

Dalam kasus yang lebih serius, terap gelombang suara dapat digunakan membantu memecah batu.

Baca juga: 8 Cara Mencegah Batu Ginjal yang Baik Diketahui

8. Epididimitis

Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, saluran di belakang testis yang membawa sperma dari testis ke vas deferens. 

Epididimitis bisa sama menyakitkannya dengan testis yang terkena pukulan atau benturan.

Selain rasa nyeri, epididimitis dapat menyebabkan darah dalam air mani dan pembengkakan testis.

Epididimitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Ini mungkin dimulai sebagai infeksi saluran kemih atau penyakit menular seksual (PMS).

Epididimitis merupakan kondisi medis yang dapat diobati dengan antibiotik.

Baca juga: 7 Bahaya Seks Oral dari Penyakit Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

9. Orkitis

Orkitis mirip dengan epididimitis.

Gejalanya meliputi pembengkakan salah satu atau kedua testis, serta rasa sakit dan terkadang ada darah dalam urind atau air mani.

Anda mungkin juga mengalami demam dan mual.

Orkitis dapat berkembang dari infeksi virus atau bakteri, dan bisa sangat serius.

Jika tidak ditangani dengan baik, hal itu dapat memengaruhi kesuburan Anda.

Antibiotik dapat mengobati orkitis bakteri, tetapi istirahat dan penghilang rasa sakit adalah satu-satunya yang dapat Anda lakukan untuk orkitis virus.

10. Brakiterapi

Brachytherapy (brakiterapi) adalah metode pemberian radiasi dengan mendekatkan sumber radiasi ke jaringan tumor.

Brakiterapi dapat digunakan untuk mengobati kanker prostat, tetapi efek sampingnya bisa juga mencakup darah dalam urine dan tinja.

Gejala potensial lainnya termasuk disfungsi ereksi dan masalah buang air kecil.

Jika dokter merekomendasikan brachytherapy, pastikan untuk mendiskusikan semua potensi risiko dan manfaatnya.

Baca juga: Mengenal Penyebab dan Cara Mudah Mengatasi Penis Gatal

11. Cedera atau trauma

Cedera pada penis dapat menyebabkan darah dalam urine maupun air mani. Cendera pada penis dapat disebabkan oleh kecelakaan, cedera olahraga, atau hubungan seks yang kasar.

Gejala lain bisa termasuk rasa sakit, memar, atau tanda lain yang terlihat di bagian luar penis.

Perlakukan cedera penis sebagai keadaan darurat medis, dan segera dapatkan bantuan medis.

12. Penyakit menular seksual

Beberapa jenis penyakit menular seksual (PMS) atau infeksi menular seksual (IMS) dapat menyebabkan darah muncul di air mani Anda. Ini termasuk gonore, herpes genital, dan klamidia.

Dalam kebanyakan kasus, PMS menyebar melalui seks vaginal, anal, atau oral.

Gejala PMS sering termasuk buang air kecil yang menyakitkan atau terbakar.

PMS seperti klamidia juga dapat menyebabkan keluarnya cairan dari penis.

Jika Anda menduga bahwa gejala Anda disebabkan oleh PMS, beri tahu dokter tentang aktivitas apa pun yang mungkin membuat Anda berisiko.

Obat antibakteri atau antivirus mungkin diperlukan untuk mengobati kondisi Anda.

Jangan abaikan gejala Anda.

PMS dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan yang serius, termasuk infertilitas dan infeksi yang menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Baca juga: 12 Penyebab Penis Sakit dan Cara Mengobatinya

13. Vasektomi

Vasektomi adalah bentuk pengendalian kelahiran. Ini adalah prosedur pembedahan di mana tabung di testis Anda yang membawa sperma ke air mani Anda dipotong, menghalangi sperma mencapai air mani Anda sebelum ejakulasi.

Meskipun prosedur ini pada umumnya aman dan dapat ditoleransi dengan baik, beberapa efek samping awal dapat mencakup darah dalam air mani Anda, nyeri ringan, dan pembengkakan.

Gejala-gejala ini cenderung dapat menghilang dalam beberapa hari.

14. Olahraga ekstrim

Pelari maraton dan atlet lain yang melakukan latihan ekstrem terkadang dapat menemukan darah dalam urine mereka.

Biasanya kondisinya hanya sementara yang berlangsung kurang dari 72 jam.

Hematuria yang disebabkan oleh olahraga mungkin ada hubungannya dengan pemecahan sel darah merah dalam tubuh dan dehidrasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.