Kompas.com - 15/06/2021, 07:31 WIB
Ilustrasi sarapan Ilustrasi sarapan

KOMPAS.com - Sarapan adalah kebiasaan yang sehat.

Bahkan, beberapa pedoman nutrisi resmi menganjurkan seseorang untuk selalu sarapan karena dapat menurunkan berat badan.

Selain itu, melewatkan sarapan dikatakan dapat meningkatkan risiko terkena obesitas.

Namun, beberapa penelitian terbaru mempertanyakan klaim tersebut.

Baca juga: Benarkah Makan Larut Malam Bisa Bikin Gemuk?

Oleh karena itu, perlu penjelasan lebih detail mengenai hubungan antara sarapan dan kesehatan tubuh.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Benarkah Melewatkan Sarapan Tidak Baik untuk Kesehatan?
Apakah melewatkan sarapan benar-benar tidak baik untuk kesehatan?
Bagikan artikel ini melalui

Apakah melewatkan sarapan benar-benar tidak baik untuk kesehatan?

Kaitan antara sarapan dengan obesitas

Melansir dari Healthline, sarapan memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Dalam studi berjudul “Breakfast skipping is associated with differences in meal patterns, macronutrient intakes and overweight among pre-school children” menemukan bahwa orang yang tidak melewatkan sarapan cenderung tidak memiliki kelebihan berat badan dan memiliki risiko obesitas yang rendah.

Namun, studi ini disebut studi observasional, yang tidak dapat menunjukkan sebab-akibat.

Studi-studi ini menunjukkan bahwa orang yang sarapan cenderung lebih sehat, tetapi mereka tidak dapat membuktikan bahwa sarapan merupakan penyebabnya.

Kemungkinan, para responden tersebut juga memiliki gaya hidup yang cukup sehat juga.

Misalnya, seperti penelitian “Breakfast habits, nutritional status, body weight, and academic performance in children and adolescents” yang mengatakan bahwa orang yang sarapan juga cenderung mengonsumsi makanan yang lebih sehat, dengan lebih banyak serat dan zat gizi mikro.

Baca juga: Cara Aman Menambah Berat Badan dalam Seminggu

Hal itu berbeda dengan orang yang tidak sarapan.

Dalam studi berjudul “Prospective study of breakfast eating and incident coronary heart disease in a cohort of male US health professionals”, orang yang melewatkan sarapan cenderung memiliki gaya hidup yang kurang sehat.

Mereka banyak minum alkohol, merokok, dan kurang olahraga.

Dengan demikian, sebenarnya tidak ada hubungan secara langsung antara sarapan dengan obesitas.

Gaya hiduplah yang memengaruhi kesehatan seseorang secara langsung.

Sarapan tidak meningkatkan metabolisme

Beberapa orang mengklaim bahwa sarapan pagi dapat meningkatkan metabolisme tubuh, tetapi ini ternyata hanyalah mitos.

Sebenarnya, klaim ini mengacu pada efek termis dari makanan, yaitu peningkatan kalori yang terbakar setelah makan.

Namun, perlu dicatat bahwa yang memengaruhi metabolisme adalah jumlah total makanan yang dikonsumsi sepanjang hari, tidak ada hubungannya dengan waktu makan.

Baca juga: Cara Menurunkan Berat Badan dalam Seminggu dengan Aman

Hal ini diperkuat dengan studi berjudul “Effect of breakfast skipping on diurnal variation of energy metabolism and blood glucose” yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kalori yang terbakar selama 24 jam antara orang yang sarapan atau orang yang melewatkannya.

Sarapan adalah pilihan

Mungkin tidak masalah apakah seseorang sarapan atau tidak selama ia makan sehat untuk sepanjang hari.

Sarapan juga tidak meningkatkan metabolisme dan melewatkannya tidak secara otomatis membuat seseorang makan secara berlebihan.

Oleh karena itu, pada dasarnya sarapan merupakan pilihan. Semuanya bermuara pada preferensi masing-masing.

Jika memang memerlukan tenaga seharian dan merasa lapar, sarapanlah dengan makanan sehat dan seimbang.

Baca juga: 5 Penyebab Diet Keto Gagal Turunkan Berat Badan


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.