Kompas.com - 04/07/2021, 06:02 WIB
Ilustrasi stres dan diabetes Ilustrasi stres dan diabetes

KOMPAS.com - Diabetes dan stres tampaknya memiliki keterkaitan.

Seseorang yang mengalami stres akan memiliki risiko terkena diabetes lebih tinggi.

Merangkum dari Medical News Today, para peneliti telah mendiskusikan hubungan potensial antara diabetes dan stres sejak abad ke-17.

Penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa orang dengan depresi dan kecemasan memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.

Baca juga: Waspada, Penurunan Berat Badan Tiba-tiba Bisa Jadi Gejala Diabetes

Sebuah artikel ulasan dari tahun 2010 berjudul “Does Emotional Stress Cause Type 2 Diabetes Mellitus? A Review from the European Depression in Diabetes (EDID) Research Consortium” melaporkan bahwa orang yang mengalami depresi, kecemasan, stres, atau kombinasi dari kondisi ini berisiko lebih tinggi terkena diabetes.

Lalu, bagaimana stres bisa menyebabkan seseorang mengalami diabetes?

Kaitan antara diabetes dan stres

Para ilmuwan menemukan bahwa berbagai pemicu stres dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes

Adapun beberapa pemicu stres adalah sebagai berikut.

  • peristiwa kehidupan yang penuh tekanan atau pengalaman traumatis
  • stres emosional umum
  • kemarahan dan permusuhan
  • stres kerja
  • susah tidur

Para peneliti dari University of Amsterdam di Belanda telah menyarankan kemungkinan penjelasan tentang bagaimana stres dapat menyebabkan diabetes.

Kondisi ini mencakup gaya hidup, efek pada kadar hormon, dan efek pada sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: 8 Bahaya Diabetes yang Harus Diwaspadai

Jadi, pada dasarnya stres tidak menyebabkan seseorang terkena diabetes secara langsung, tetapi faktor-faktor akibat stres yang menyebabkan diabetes.

Berikut ini beberapa penjelasan lengkapnya.

Stres mempengaruhi faktor gaya hidup

Tingkat stres yang tinggi dapat menyebabkan seseorang melakukan kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat.

Kebiasaan gaya hidup tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes karena biasanya melakukan beberapa gaya hidup berikut.

  • makan makanan berkualitas buruk
  • Jarang olahraga
  • merokok
  • konsumsi alkohol berlebihan

Stres memengaruhi hormon

Stres emosional dapat mempengaruhi kadar hormon seseorang sehingga berpotensi mengganggu kerja insulin.

Stres dapat mengaktifkan aksis adrenal hipofisis hipotalamus dan sistem saraf simpatis.

Hal ini dapat menyebabkan perubahan hormonal, seperti kadar kortisol yang lebih tinggi dan kadar hormon seks yang lebih rendah.

Baca juga: 12 Cara Mencegah Komplikasi Diabetes yang Berbahaya

Tingkat hormon ini mempengaruhi tingkat insulin.

Kortisol umumnya dikenal sebagai hormon stres.

Hormon ini merangsang produksi glukosa dalam tubuh dan menaikkan gula darah seseorang.

Stres mempengaruhi sistem kekebalan tubuh

Stres kronis juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Dalam satu penelitian, para peneliti memperhatikan bahwa respons sistem kekebalan tubuh terhadap stres serupa dengan respons terhadap penyebab diabetes.

Mengatasi stres

The American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan bahwa orang dengan diabetes untuk mengelola tingkat stres yang dimilikinya.

Ada beberapa cara efektif yang bisa dilakukan seseorang untuk mengelola stres, berikut beberapa di antaranya.

Mindfulness

Para peneliti telah mempelajari teknik pengurangan stres berbasis kesadaran pada orang yang hidup dengan diabetes.

Di sebuah studi berjudul “The Impact of Mindfulness-Based Stress Reduction on Emotional Wellbeing and Glycemic Control of Patients with Type 2 Diabetes Mellitus”, 29 orang dengan diabetes menerima sesi mindfulness, sedangkan 30 orang di kelompok kontrol tidak.

Baca juga: 4 Penyebab Sesak Napas pada Penderita Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Orang-orang yang menerima pelatihan mindfulness mengalami peningkatan yang signifikan dalam hasil kesehatan mental dan langkah-langkah manajemen diabetes, termasuk glukosa darah dan hemoglobin terglikasi.

Mengelola kemarahan

Orang dengan diabetes yang merasa marah harus mencoba mencari tahu mengapa mereka merasa seperti ini.

Memahami penyebab kemarahan adalah salah satu langkah tepat untuk menyelesaikan masalah.

The American Diabetes Association (ADA) memberikan tips berikut untuk mengendalikan perasaan marah.

Baca juga: 6 Penyebab Mulut Kering pada Penderita Diabetes dan Cara Mengatasinya

Ambil napas atau tarik napas dalam-dalam beberapa kali, jika perlu

  • Minum air
  • Duduk
  • Bersandar
  • Goyangkan lengan
  • Cobalah untuk membungkam pikiran
  • Jalan-jalan

Strategi mengurangi stres

The American Psychological Association (APA) merekomendasikan strategi pengurangan stres berikut:

  • Cobalah istirahat sejenak dari stresor, yang mungkin berupa proyek besar atau tagihan kartu kredit yang terus bertambah, misalnya.
  • Berolahragalah sesering mungkin, seperti jalan kaki, lari, atau berenang selama 20 menit.
  • Tersenyum dan tertawalah untuk melepaskan stres dari otot-otot wajah.
  • Carilah dukungan sosial dari teman atau anggota keluarga.
  • Cobalah meditasi dan mindfulness.

Baca juga: 11 Cara Mencegah Diabetes Tipe 2 secara Alami

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.