Kompas.com - 12/07/2021, 06:03 WIB
Ilustrasi katarak Ilustrasi katarak

KOMPAS.com - Diabetes adalah suatu kondisi ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau tidak menggunakan insulin secara benar.

Insulin adalah hormon yang memungkinkan gula masuk ke sel-sel dalam tubuh.

Jika tubuh memiliki masalah dengan insulin, glukosa dapat menumpuk di aliran darah sehingga menyebabkan kadar gula darah tinggi.

Gula darah tinggi yang tidak diobati dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan, termasuk kerusakan saraf dan penyakit kardiovaskular.

Selain itu, juga dapat meningkatkan risiko katarak.

Baca juga: Panduan Diet untuk Pasien Diabetes

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penglihatan kabur.

Beberapa orang menggambarkan katarak seperti melihat melalui jendela berkabut.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), sekitar 32,2 persen orang dewasa berusia 45 tahun ke atas yang hidup dengan diabetes memiliki katarak.

Hubungan diabetes dan katarak

Merangkum dari Healthline, gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan katarak.

Namun, untuk memahami tautan ini, penting untuk memahami bagaimana gula darah tinggi memengaruhi tubuh.

Jika dibiarkan, gula darah tinggi secara perlahan merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah kecil di mata.

Ketika diabetes mempengaruhi pembuluh darah, ada risiko katarak dan kondisi mata lainnya.

Katarak adalah hasil dari kadar gula yang tinggi dalam aqueous humor.

Baca juga: 6 Gejala Diabetes pada Anak yang Harus Diperhatikan

Aqueous humor adalah ruang antara bola mata dan lensa kornea yang memasok nutrisi dan oksigen ke lensa.

Ketika gula darah naik, lensa membengkak sehingga mengakibatkan penglihatan kabur.

Gula darah yang tidak terkontrol juga menyebabkan enzim di lensa mengubah glukosa menjadi zat yang disebut sorbitol.

Terlalu banyak sorbitol dalam lensa menyebabkan penglihatan kabur.

Gejala katarak

Meskipun penglihatan kabur atau berawan adalah tanda umum katarak, seseorang mungkin mengalami gejala lain, termasuk gejala berikut.

  • kepekaan terhadap cahaya
  • perubahan dalam cara melihat warna
  • penglihatan malam berkurang
  • efek halo di sekitar lampu
  • ketidakmampuan untuk membaca di ruangan yang remang-remang
  • sering mengubah resep kacamata

Baca juga: Benarkah Stres Bisa Menyebabkan Diabetes?

Penting untuk menemui dokter jika mengalami salah satu dari perubahan mata ini, terutama jika menderita diabetes.

Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda katarak atau penyakit mata lainnya seperti glaukoma atau retinopati diabetik.

Mencegah katarak untuk penderita diabetes

Jika memiliki diabetes, seseorang dapat mencegah katarak dengan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Kondisi ini melibatkan pemantauan gula darah secara teratur dan minum obat diabetes sesuai petunjuk.

Jika seseorang menggunakan insulin atau obat lain untuk diabetes tetapi gula darah tetap tinggi, bicarakan dengan profesional kesehatan.

Ia mungkin perlu meresepkan obat yang tepat.

Olahraga teratur juga membantu mengontrol gula darah.

Aktivitas fisik memungkinkan otot menggunakan glukosa dengan benar.

Baca juga: 5 Makanan yang Dapat Meningkatkan Imun Penderita Diabetes

Hal ini juga dapat mencegah diabetes tipe 2 berkembang.

Olahraga untuk membantu menstabilkan gula darah meliputi:

  • jalan cepat
  • bersepeda
  • mendaki
  • tarian
  • renang
  • olahraga kompetitif

Langkah-langkah lain untuk melindungi mata dari katarak adalah melakukan pemeriksaan mata secara komprehensif setidaknya setahun sekali, menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol sehat, dan berhenti merokok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sindrom Albright

Sindrom Albright

Health
4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

Health
13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

Health
Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.