Kompas.com - 22/09/2021, 14:00 WIB

Ini mirip dengan berada di gunung yang tingginya 8.000 kaki (2,44 km) di atas permukaan laut.

Meskipun ada banyak oksigen di udara, tekanan yang lebih rendah dapat mengakibatkan lebih sedikit oksigen yang mencapai aliran darah.

Tingkat oksigen yang lebih rendah dapat membuat Anda lesu, yang dapat mendorong tidur.

Baca juga: Jarang Diketahui, Kenali 5 Manfaat Minum Lemon dan Jahe sebelum Tidur

Sinar matahari

Terlalu banyak sinar matahari di kabin pesawat atau terlalu banyak menggunakan layar saat bepergian juga dapat memengaruhi jam tubuh Anda.

Ini karena cahaya membantu mengontrol berapa banyak melatonin yang dihasilkan tubuh Anda.

Hormon melatonin membantu tubuh Anda bersiap-siap untuk tertidur dan dilepaskan di otak pada malam hari ketika lampu redup.

Pada siang hari atau saat cuaca cerah, tubuh Anda memperlambat produksi melatonin, yang membantu Anda lebih terjaga.

Kelelahan perjalanan

Studi medis menunjukkan bahwa kelelahan perjalanan juga berkontribusi terhadap jet lag.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.