Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Kompas.com - 28/10/2021, 11:03 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Dilansir dari Mayo Clinic, bayi di bawah usia 3 bulan adalah kelompok yang paling berisiko terkena bronkiolitis karena paru-paru dan sistem kekebalannya belum sepenuhnya berkembang.

Faktor lain yang terkait dengan peningkatkan risiko bronkiolitis pada bayi atau anak dan dengan kasus yang lebih parah, meliputi:

  • Tidak disusui (bayi yang diberi ASI mendapat manfaat kekebalan dari ibunya)
  • lahir prematur atau lahir dengan kondisi jantung atau paru-paru bermasalah
  • Memiliki sistem kekebalan yang tertekan
  • Terpapar asap rokok
  • Kontak dengan banyak anak, seperti di tempat penitipan anak
  • Menghabiskan waktu di lingkungan yang ramai
  • Memiliki saudara kandung yang bersekolah atau mendapatkan layanan penitipan anak dan membawa pulang infeksi

Baca juga: 11 Manfaat Menyusui bagi Ibu dan Bayi yang Sayang Dilewatkan

Sedangkan, faktor risiko bronkiolitis obliterans pada orang dewasa di antaranya bisa termasuk:

  • Kondisi kerja yang membuat terpapar bahan kimia berbahaya
  • Pernah menjalani transplantasi jantung, paru-paru, atau sumsum tulang
  • Merokok tembakau yang mengandung nikotin
  • Memiliki penyakit jaringan ikat autoimun

Berbagai penyebab bronkiolitis ini kiranya penting diwaspadai sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya masalah kesehatan tersebut.

Bagaimanapun, bronkiolitis dapat menimbulkan ketidaknyamanan atau bahkan kesakitan yang merugikan.

Baik bronkiolitis virus dan bronkiolitis obliterans cenderung memiliki tanda dan gejala serupa.

Berikut beberapa gejala bronkiolitis yang bisa terjadi:

  • Sesak napas
  • Mengi
  • Kulit kebiruan karena kekurangan oksigen
  • Suara berderak terdengar di paru-paru
  • Kelelahan
  • Tulang rusuk yang tampak cekung saat mencoba bernapas (pada anak-anak)
  • Nasal flaring atau lubang hidung melebar saat bernafas (pada bayi)
  • Napas cepat
  • Batuk

Baca juga: Kapan Harus ke Dokter Ketika Batuk?

Setelah terpapar bahan kimia tertentu, gejala bronkiolitis obliterans bisa muncul dalam waktu dua minggu hingga satu bulan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Momen Presiden Prabowo Melayat Mgr. Petrus Turang di Katedral Jakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau