Kompas.com - 20/11/2021, 10:01 WIB

KOMPAS.com - Penyakit perlemakan hati atau fatty liver adalah salah satu masalah kesehatan yang kerap diabaikan karena minim gejala.

Banyak penderita fatty liver yang tidak menyadari penyakitnya, sampai organ liver atau hatinya bermasalah dan tidak berfungsi.

Melansir HealthDirect, liver adalah organ yang berfungsi untuk mengolah makanan dan limbah asupan yang masuk ke tubuh.

Baca juga: Gejala Fatty Liver dan Penyebabnya

Hati yang sehat mengandung sangat sedikit atau minim lemak. Jika seseorang terlalu banyak minum alkohol atau punya pola makan tinggi gula dan lemak, tubuh akan mengubah sebagian kelebihan kalori ini menjadi lemak.

Lemak ini lambat laun bakal menumpuk di sel-sel liver. Ketika terlalu banyak lemak yang menumpuk di liver, orang bakal mengalami fatty liver.

Gejala fatty liver

Di awal penyakit, fatty liver umumnya tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, ketika penumpukan lemak di hati mulai meningkat, penderita bakal merasakan gejala:

  • Mudah lelah
  • Tubuh rasanya tidak enak badan
  • Perut atas kanan sakit
  • Berat badan menurun tanpa sebab jelas

Dilansir dari WebMD, penderita fatty liver yang kondisinya sudah parah bakal mengalami gejala perut bengkak, payudara pria jadi tumbuh lebih besar, telapak tangan merah, dan kulit serta bagian putih mata tampak kekuningan.

Baca juga: Apakah Fatty Liver Berbahaya?

Bahaya fatty liver

Menurut pakar kesehatan dari Cedars Sinai, penyakit fatty liver yang tidak segera diatasi bisa merusak hati secara bertahap. Beberapa bahaya fatty liver yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Peradangan hati atau liver
  • Fibrosis liver ketika jaringan parut tumbuh di hati karena peradangan terus-menerus
  • Sirosis liver ketika jaringan parut menggantikan sel-sel sehat di hati
  • Kanker hati karena komplikasi sirosis liver
  • Gagal hati

Pada kondisi fatty liver grade 3 atau stadium akhir, penderita penyakit ini sudah membutuhkan transplantasi organ hati agar masalah kesehatannya tidak berdampak fatal.

Baca juga: Kenali Tahapan Fatty Liver dari Grade 0 sampai 3

Anjuran agar fatty liver tidak membahayakan kesehatan

Penyakit fatty liver tidak ada obatnya. Satu-satunya cara mengelola penyakit ini agar tidak bertambah parah yakni dengan menjaga gaya hidup sehat.

Penderita fatty liver dianjurkan untuk:

  • Setop minum alkohol
  • Menjala pola makan sehat
  • Menghindari segala macam gula tambahan
  • Menghindari atau meminimalkan asupan lemak trans, seperti gorengan, daging berlemak, jeroan, dll.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Rutin olahraga
  • Mengontrol gula darah agar tidak melonjak
  • Mengobati kolesterol tinggi
  • Hindari obat-obatan yang bisa memengaruhi kinerja liver
  • Setop merokok

Setelah mengetahui bahaya fatty liver, ada baiknya Anda mulai menjalankan gaya hidup sehat dan mengatur pola makan sehat.

Baca juga: 10 Gejala Liver yang Perlu Diwaspadai

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.