Kompas.com - 04/12/2021, 16:01 WIB
Ilustrasi kontraksi palsu, ciri-ciri kontraksi palsu, penyebab kontraksi palsu Shutterstock/Prostock-studioIlustrasi kontraksi palsu, ciri-ciri kontraksi palsu, penyebab kontraksi palsu

KOMPAS.com - Ibu hamil biasanya mengalami kontraksi palsu menjelang persalinan atau di trimester ketiga kehamilan.

Berbeda dari kontraksi asli, kontraksi palsu biasanya tidak terlalu menyakitkan dan munculnya sewaktu-waktu tanpa pola tertentu.

Terkadang, ibu hamil merasakan kontraksi palsu terus-menerus selama beberapa saat. Lalu, kondisi ini berhenti sendiri selama beberapa waktu.

Perlu diketahui, ibu hamil biasanya bakal lebih sering mengalami kontraksi yang dikenal dengan braxton hicks di akhir kehamilan atau menjelang kontraksi asli.

Baca juga: 5 Ciri-ciri Kontraksi Palsu pada Ibu Hamil

Penyebab kontraksi palsu

Melansir WebMD, kontraksi palsu sebenarnya adalah cara tubuh berlatih menghadapi kontraksi asli.

Sebelum kontraksi asli yang ditandai dengan nyeri muncul, tubuh ibu hamil lebih dulu dipersiapkan secara bertahap melewati fase kontraksi sesungguhnya.

Mengutip MedicineNet, ada banyak hal yang bisa jadi penyebab ibu hamil mengalami kontraksi palsu, antara lain:

  • Peningkatan aktivitas ibu dan janin di dalam kandungan
  • Perut ibu hamil disentuh
  • Dehidrasi
  • Hubungan seks
  • Kandung kemih penuh
  • Ibu hamil mengangkat beban berat
  • Mual dan muntah

Umumnya, kontraksi palsu selama trimester kedua atau ketiga kehamilan tidak perlu dikhawatirkan.

Baca juga: Perbedaan Kontraksi Asli Mau Melahirkan dan Kontraksi Palsu

Ciri-ciri kontraksi palsu

Wanita yang belum pernah hamil barangkali bertanya-tanya, kontraksi palsu itu seperti apa.

Umumnya para ibu hamil merasakan kontraksi palsu seperti ada rasa kencang di perut yang bolak-balik datang dan pergi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.