Kompas.com - 08/12/2021, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Mual dan muntah selama kehamilan disebut juga dengan istilah "morning sickness".

Mengutip Mayo Clinic, maul dan muntah pada ibu hamil adalah kondisi umum yang bisa terjadi kapan saja dan biasanya berlangsung pada trimester pertama.

Mual dan muntah selama kehamilan biasanya tidak membahayakan janin.

Hanya Umumnya hanya dapat mempengaruhi kebiasaan hidup ibu, termasuk kemampuan untuk bekerja atau melakukan aktivitas normal sehari-hari.

Baca juga: 5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Bisa jadi berbahaya, jika...

Melansir ACOG, mual dan muntah paling sering terjadi selama trimester pertama dan biasanya dimulai sembilan minggu setelah pembuahan sel telur.

Gejala mual dan muntah membaik untuk sebagian besar ibu hamil pada pertengahan hingga akhir trimester kedua.

Namun, mual dan muntah selama kehamilan dapat berkembang parah menjadi hiperemesis gravidarum.

Hiperemesis gravidarum adalah istilah untuk bentuk mual dan muntah yang paling parah selama kehamilan.

Hiperemesis gravidarum dapat didiagnosis ketika seorang wanita telah kehilangan 5 persen dari berat badannya, dan terjadi masalah berkaitan dengan dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh.

Ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum bisa memerlukan perawatan di rumah sakit untuk menghentikan kondisi mual dan muntah yang parah serta memulihkan cairan tubuh yang dibutuhkan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.