Kompas.com - 10/12/2021, 22:00 WIB

KOMPAS.com - Sementara nyeri di bawah payudara kanan jarang menjadi perhatian, terkadang bisa mengindikasikan kondisi tertentu yang mendasarinya.

Beberapa kemungkinan penyebab rasa sakit ini disebabkan oleh cedera, infeksi, ketegangan otot, peradangan, dan masalah pencernaan.

Ketegangan atau cedera adalah penyebab umum rasa sakit di bawah payudara kanan dan rasa sakit biasanya akan membaik dengan sendirinya.

Namun, itu juga bisa diakibatkan oleh kondisi yang mempengaruhi jaringan dan organ di bawahnya, atau rasa sakitnya mungkin meluas dari area lain di tubuh, seperti perut.

Berikut ini beberapa penyebab nyeri di bawah payudara kanan, seperti dilansir dari Medical News Today.

Baca juga: 16 Penyebab Kenapa Dada Sebelah Kanan Sakit dan Cara Mengobatinya

Cedera

Cedera pada tulang rusuk atau area dada sering terjadi dan bisa sangat menyakitkan.

Tergantung di mana cedera terjadi, rasa sakit ini dapat bermanifestasi di bawah salah satu atau kedua payudara.

Kemungkinan penyebab cedera dada meliputi:

  • pukulan di area dada
  • jatuh
  • batuk parah

Gejala lain dari cedera dapat mencakup pembengkakan dan memar.

Cedera yang lebih kuat juga dapat menyebabkan tulang rusuk memar atau patah.

Orang yang pulih dari operasi pada payudara atau daerah dada juga mungkin mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan di bawah satu atau kedua payudara.

Ketegangan otot

Otot yang tegang dapat menyebabkan nyeri di bawah payudara kanan.

Ketegangan otot dada dapat terjadi karena beberapa hal, seperti melempar, mengangkat barang berat, dan menggunakan alat atau peralatan berat.

Siklus menstruasi

Fluktuasi hormon yang terjadi selama siklus menstruasi dapat menyebabkan payudara menjadi bengkak dan nyeri.

Nyeri tekan ini biasanya terjadi sekitar seminggu sebelum menstruasi dan dapat mempengaruhi satu atau kedua payudara.

Baca juga: Apa Beda Nyeri Dada karena GERD dan Serangan Jantung?

Costochondritis

Costochondritis adalah peradangan tulang rawan di sendi costochondral yang merupakan daerah tempat tulang rusuk bertemu tulang dada.

Gejala utama costochondritis adalah nyeri dada yang dapat terjadi pada satu atau kedua sisi dada.

Rasa sakit ini bisa tajam dan mungkin bertambah buruk saat menarik napas dalam-dalam atau batuk.

Mungkin juga ada nyeri tekan di sekitar tulang dada.

Costochondritis biasanya tidak menyebabkan gejala yang parah, seperti sesak napas, demam, atau pusing.

Dokter tidak sepenuhnya memahami apa penyebab costochondritis, tetapi mungkin disebabkan oleh satu atau lebih dari masalah ini:

  • cedera dada
  • aktivitas fisik yang intens
  • batuk berat
  • penyakit, seperti infeksi dada di dekat sendi costochondral

Batu empedu

Kantung empedu adalah organ kecil di sisi kanan tubuh yang menyimpan empedu dari hati.

Jika empedu mengandung terlalu banyak kolesterol atau bilirubin, atau jika kantong empedu seseorang tidak dikosongkan dengan benar, batu empedu dapat terbentuk.

Kebanyakan batu empedu lewat tanpa menimbulkan masalah.

Namun, batu empedu yang menghalangi aliran empedu di saluran empedu dapat menyebabkan rasa sakit dan peradangan.

Episode nyeri akibat penyumbatan ini disebut serangan kandung empedu atau kolik bilier.

Rasa sakit akibat serangan kandung empedu biasanya terjadi di  bawah payudara kanan dan bisa berlangsung selama beberapa jam.

Serangan yang berlangsung lebih dari beberapa jam dapat menyebabkan komplikasi. Misalnya:

  • penyakit kuning, yaitu menguningnya kulit dan mata
  • mual dan muntah
  • demam

Baca juga: 9 Penyebab Nyeri Dinding Dada yang Perlu Diwaspadai

Hernia hiatus

Hernia hiatus terjadi ketika bagian lambung meluncur ke atas melalui hiatus, yang merupakan lubang di diafragma.

Diafragma adalah lembaran otot besar dan tipis yang memisahkan rongga dada dari perut.

Hernia hiatus tidak selalu menimbulkan gejala yang nyata, tetapi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit refluks gastroesofagus (GERD). Beberapa contoh gejala:

  • nyeri dada
  • maag
  • masalah menelan
  • sesak napas
  • mual dan muntah

Sindrom iritasi usus

Irritable bowel syndrome (IBS) menyebabkan gejala gastrointestinal, seperti sakit perut dan perubahan buang air besar seseorang.

Gejala-gejala ini cenderung bervariasi dalam jenis dan tingkat keparahan dari orang ke orang.

Beberapa gejala IBS:

  • kembung dan gas
  • sembelit atau diare
  • perasaan evakuasi yang tidak lengkap setelah buang air besar
  • feses yang mengandung lendir berwarna keputihan

IBS terkadang juga dapat menyebabkan nyeri alih, termasuk nyeri dada sisi kanan.

Baca juga: 2 Cara Mengatasi Dada Terasa Berat Sesuai Penyebabnya

Gangguan pleura

Pleura membentuk membran besar dan tipis yang terlipat membentuk dua lapisan.

Satu lapisan membungkus paru-paru dan lapisan lainnya melapisi bagian dalam rongga dada.

Ruang antara dua lapisan ini disebut ruang pleura.

Peradangan pada pleura disebut pleuritis dan dapat menyebabkan kedua lapisan tersebut saling bergesekan.

Gesekan ini dapat menyebabkan nyeri dada yang tajam saat batuk atau bernapas dalam-dalam.

Adanya gangguan pada pleura dapat menyebabkan nyeri di bawah payudara kanan yang tajam.

Beberapa gejala gangguan pleura lainnya adalah sebagai berikut:

  • batuk
  • demam dan menggigil
  • sesak napas
  • kelelahan
  • sesak dada
  • penurunan berat badan
  • warna kebiruan pada kulit

Pneumonia

Pneumonia adalah peradangan menular pada kantung udara kecil di paru-paru, yang menyebabkannya paru-paru terisi cairan.

Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk nyeri dada tajam yang biasanya memburuk dengan pernapasan dalam atau batuk.

Gejala lain dari radang paru-paru:

  • demam dan menggigil
  • batuk terus-menerus yang menghasilkan lendir berwarna hijau, kuning, atau berdarah
  • kehilangan nafsu makan
  • kelelahan dan tingkat energi rendah
  • kebingungan
  • mual
  • sesak napas atau kesulitan bernapas lainnya

Gejala awal pneumonia bisa mirip dengan flu biasa dan bisa datang tiba-tiba atau berangsur-angsur memburuk selama beberapa hari.

Gejala dapat bervariasi dari ringan hingga berat.

Penyebab paling umum dari pneumonia adalah infeksi bakteri, tetapi pneumonia juga dapat disebabkan oleh infeksi virus atau jamur.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.