Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/02/2022, 20:01 WIB

KOMPAS.com - Beberapa orang kerap bingung ketika mendapati hasil tes Covid-19 baik antigen dan PCR (polymerase chain reaction) dapat berbeda dalam sehari.

Perlu diketahui, tes Covid-19 PCR adalah metode pemeriksaan virus SARS CoV-2 dengan mendeteksi material genetik (DNA) virus.

Sedangkan tes Covid-19 antigen adalah metode pemeriksaan untuk mendeteksi ada tidaknya protein spesifik dari virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Baca juga: Perbedaan Swab Antigen dan PCR dalam Tes Covid-19

Antigen adalah zat yang yang dapat merangsang imun. Zat ini bisa berupa protein, polisakarida, dll. Saat terinfeksi virus, tubuh akan merespons dengan mengeluarkan protein spesifik tertentu.

Tes Covid-19 dilakukan dengan teknik usap atau swab, caranya dengan mengambil cairan tubuh yang paling banyak mengandung virus, yakni menggunakan alat usap melalui hidung atau tenggorokan.

Tes swab PCR hingga kini masih digunakan sebagai acuan akurat atau standar emas untuk pemeriksaan Covid-19.

Berikut penjelasan dari beberapa ahli kenapa hasil tes Covid-19 bisa berbeda-beda dalam waktu berdekatan, bahkan dalam hitungan sehari.

Baca juga: Penyebab Rambut Rontok setelah Covid-19 dan Cara Mengatasinya

Kenapa hasil tes Covid-19 bisa berbeda dalam sehari?

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, setidaknya ada empat faktor yang memengaruhi hasil tes COVID-19 bisa berbeda-beda dalam sehari. Faktor tersebut di antaranya:

  • Jumlah virus yang ada pada pasien ketika pengambilan sampel
  • Proses pengambilan sampel
  • Transportasi sampel dari tempat pengambilan ke tempat pemeriksaan
  • Proses pemeriksaan di laboratorium

"Baik aspek teknik laboratorik maupun proses administrasi pencatatan dan pelaporan hasil (dapat memengaruhi hasil tes),” jelas Tjandra, seperti dilansir dari Antara, Rabu (9/2/2022).

Senada dengan Tjandra, Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes, kepada Kompas.com (3/12/2020), juga menyebutkan, banyak faktor yang memengaruhi hasil tes Covid-19 dalam waktu berdekatan bisa berbeda.

Ia merinci, beberapa faktor yang dapat memengaruhi hasil tes usap antara lain:

  • Jenis sampel
  • Ketepatan teknik pengambilan sampel
  • Penanganan atau penyimpanan sampel
  • Transportasi sampel ke laboratorium
  • Sumber daya manusia yang melakukan analisis
  • Prinsip tes alat deteksi
  • Kualitas alat
  • Standar prosedur operasional yang sesuai dan tepat

Banyaknya faktor tersebut tak lepas dari standar prosedur tes Covid-19 yang bertahap.

Baca juga: 17 Penyebab Kadar Oksigen dalam Darah Rendah, Tak Hanya Covid-19

Kenali tahapan tes Covid-19

Dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes menjelaskan, proses pemeriksaan Covid-19 melewati tiga tahapan utama.

Tes ini diawali dari tahap pra-analitik, yakni penanganan sampel sebelum memasuki ruangan laboratorium.

Tahap ini meliputi pengambilan sampel usap, penanganan atau penyimpanan, dan transportasi pengiriman sampel.

Setelah itu, proses tes memasuki tahap analitik, atau jalannya proses analisis sampel sampai keluarnya hasil tes.

Tahap terakhir yakni tahap post-analitik, atau keluarnya hasil pemeriksaan kemudian diserahkan kepada pasien.

“Proses pengambilan, penanganan, penyimpanan, transportasi, dan analisis sampel swab yang kurang tepat akan menyebabkan hasil pemeriksaan yang tidak akurat,” ujar dia.

Selain faktor dan proses di atas, waktu pengambilan tes swab yang berbeda dapat memberikan hasil pemeriksaan yang berbeda.

Misalkan, seseorang melakukan tes swab PCR di rumah sakit tertentu hasilnya positif Covid-19, lalu keesokan harinya melakukan swab PCR di rumah sakit lain, hasilnya bisa jadi negatif Covid-19.

"Hasil tes itu bisa saja terjadi karena virus SARS-CoV-2 sudah tidak ada lagi di dalam tubuh orang tersebut," beber dia.

Baca juga: 8 Penyebab Long Covid-19 Menurut Studi

Hasil tes PCR inkonklusif

Selain perbedaan hasil di atas, dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes juga menyebut ada hasil tes swab PCR yang bersifat inkonklusif, yakni hasil tes belum terdeteksi positif atau negatif.

Kondisi tersebut bisa terjadi karena dua hal. Pertama, konsentrasi material genetik yang diambil saat proses pengambilan sampel usap terlalu sedikit.

Atau, pengaruh kemampuan alat dalam mendeteksi gen virus corona SARS-CoV-2 varian tertentu.

"Jika didapatkan hasil inkonklusif. Pasien perlu melakukan tes pengambilan sampel swab ulang," kata dia.

Baca juga: 7 Makanan untuk Bantu Lawan Covid-19 saat Isolasi Mandiri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+