Kompas.com - 12/03/2022, 06:01 WIB

KOMPAS.com - Pernahkan Anda mendapati kondisi muntah darah dan BAB (buang air besar) keluar darah?

Kedua kondisi ini bukanlah suatu penyakit, tapi tanda gejala penyakit pendarahan di saluran cerna atau pencernaan.

Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, pendarahan di saluran pencernaan bisa berasal dari kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar, rektum atau anus.

Baca juga: 7 Penyebab Muntah Darah yang Paling Umum

Penyebab pendarahan ini bisa beragam. Namun, penting untuk menyampaikan kepada dokter warna darah dan sedikit banyaknya darah yang keluar saat muntah dan BAB agar penyakit lebih mudah dideteksi.

Untuk meningkatkan kewasapadaan pada masalah kesehatan ini, kenali beberapa penyebab sampai cara mendeteksi penyakit ini.

Penyebab muntah darah dan BAB keluar darah

Dilansir dari Live Strong, ada beberapa kemungkinan penyebab muntah darah dan BAB keluar darah yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Ambeien atau wasir
  • Tukak lambung
  • Esofagus robek
  • Divertikulosis
  • Kolitis ulserativa
  • Polip di usus besa
  • Penyakit Crohn
  • Kanker di saluran pencernaan

Ingat, pastikan Anda segera berkonsultasi ke dokter bila merasakan muntah darah dan BAB keluar darah. Jika kondisi ini disertai lemas atau pusing, segera periksakan ke rumah sakit.

Baca juga: Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Mendeteksi penyebab muntah darah dan BAB keluar darah

Untuk mengetahui penyebab muntah darah dan BAB keluar darah, dokter biasanya menyarankan serangkaian pemeriksaa, seperti:

  • Pemeriksaan fisik untuk melihat kondisi pasien
  • Tes darah untuk melihat tingkat keparahan pendarahan
  • Endoskopi saluran pencernaan untuk mengetahui lokasi penyebab pendarahan
  • Pemindaian dengan sinar X atau CT scan untuk mendeteksi pendarahan akut
  • Biopsi apabila ada kemungkinan kanker di saluran pencernaan

Apabila sudah diketahui secara pasti penyebab muntah darah dan BAB keluar darah, doktet biasanya menyarankan perawatan yang tepat sesuai akar permasalahannya.

Beberapa perawatan di antaranya terapi obat atau tindakan medis sembari endoskopi. Jika kedua cara tersebut tidak dapat menghentikan pendarahan, dokter baru menyarankan penderita menjalani operasi.

Baca juga: Suar Muntah Darah, Kisah Dahlan Iskan Menjadi Penyintas Kanker Hati

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.