Kompas.com - 08/05/2022, 12:08 WIB

Kafein juga bisa ditemukan dalam teh, cokelat panas, dan beberapa permen, permen karet, dan permen mint juga.

Secara rinci, berikut bahaya kafein untuk anak:

1. Menganggu tidur dan kesehatan mental

Kafein dapat merangsang sistem saraf pusat Anda, yang membuat Anda merasa lebih bersemangat dan penuh perhatian.

Namun, anak-anak sangat sensitif terhadap kafein sehingga mengonsumsinya bisa memicu masalah kecemasan.

Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi kafein dalam jumlah tinggi (seperti yang ditemukan dalam minuman energi) dikaitkan dengan tingkat stres, depresi, dan kecemasan yang lebih tinggi pada anak-anak. Kafein juga bisa memicu masalah tidur.

“Gangguan tidur dapat menurunkan toleransi terhadap stres,” kata Kim.

Baca juga: IDAI: Kasus Hepatitis Akut Tidak Terkait Vaksin Covid-19

2. Adiktif

kafein sebenarnya adalah obat. Itulah sebabnya berhenti mengonsumsi kafein dapat menyebabkan kegoyahan, lekas marah, dan sakit kepala.

“Kafein adalah stimulan, dan memang memiliki beberapa sifat adiktif,” ucap Kim.

Pada orang yang sudah terbiasa, sehari tanpa kafein bisa membuat gejala penarikan.

"Gejala tersebut bisa semakin parah jika terjadi pada anak-anak," ucap Kim.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.