Kompas.com - 08/05/2022, 19:00 WIB

berk

KOMPAS.com - Sakit tenggorokan umumnya hilang dalam beberapa hari, tetapi bisa menetap selama beberapa minggu atau terus-menerus.

Mengutip Cleveland Clinic, kondisi sakit tenggorokan yang berlangsung terus-menerus atau sering kambuh itu disebut sebagai faringitis kronis atau sakit tenggorokan persisten.

Sakit tenggorokan persisten berada pada tingkat lebih parah dari pada faringitis akut.

Kendati faringitis akut lebih umum terjadi, di mana penderitanya bisa sembuh dalam waktu setidaknya 10 hari.

Sejumlah kondisi dapat menjadi penyebab sakit tenggorokan persisten, di antaranya:

  1. Polusi lingkungan
  2. Alergi
  3. Infeksi
  4. Refluks asam
  5. Postnasal drip
  6. Pernapasan mulut
  7. Mononukleosis
  8. Gonorea
  9. Abses amandel
  10. Merokok

Penting untuk menentukan penyebab sakit tenggorokan persisten secepat mungkin karena berpotensi berbahaya.

Baca juga: 7 Minuman Herbal Obat Sakit Tenggorokan Alami

1. Polusi lingkungan

Mengutip Ada.com, di lingkungan kita bisa mengandung polusi yang menjadi penyebab sakit tenggorokan persisten karena mengandung bahan kimia berbahaya dalam bentuk zat padat, gas, atau cair.

Pencemaran partikel halus adalah masalah umum di daerah perkotaan serta di rumah tangga dan daerah yang belum berkembang karena cenderung bergantung pada kayu bakar atau arang.

Sejauh mana asap dan polusi lingkungan dapat menyebabkan sakit tenggorokan dan masalah paru-paru bervariasi dari orang ke orang.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.