Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/07/2022, 22:00 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

KOMPAS.com - Batu ginjal adalah kristal yang terbentuk di ginjal karena pengendapan bahan kimia dalam urin.

Mengutip National Kidney Foundation, urin memiliki limbah terlarut di dalamnya.

Ketika ada terlalu banyak limbah dalam cairan urin yang sedikit, pembentukan batu ginjal terjadi.

Bahan kimia dalam urin yang dapat terbentuk menjadi batu ginjal adalah:

  • Kalsium
  • Oksalat
  • Urat
  • Sistin
  • Xantin
  • Fosfat

Baca juga: 8 Ciri-ciri Sakit Batu Ginjal

Batu ginjal memiliki bentuk yang tidak beraturan, bisa sekecil butiran pasir atau seukuran bola golf.

Setelah terbentuk, batu kristal ini mungkin tinggal di ginjal atau berjalan ke saluran kemih ke ureter.

Batu ginjal berukuran kecil dapat keluar dari tubuh melalui urin tanpa menimbulkan rasa sakit yang berlebihan. Sebaliknya, jika berukuran lebih besar.

Batu ginjal yang tidak bergerak dapat menyebabkan adanya cadangan urin di ginjal, ureter, kandung kemih, atau uretra.

Mengendapnya batu ginjal berukuran besar itu yang akan menimbulkan rasa sakit.

Baca juga: 4 Tanda Batu Ginjal yang Harus Anda Waspadai

Jenis 

Mengutip Urology Care Foundation, tidak semua batu ginjal terdiri dari kristal yang sama.

Batu ginjal terdiri dari beberapa jenis sesuai bahan kimia pembentuk kristal. Berbagai jenis tersbeut meliputi:

Kalsium

Batu kalsium adalah jenis batu ginjal yang paling umum. Ada dua jenis batu ginjal dari kalsium, yaitu kalsium oksalat dan kalsium fosfat.

Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

Kalsium oksalat sejauh ini merupakan jenis batu kalsium yang paling umum.

Orang yang memiliki terlalu banyak kalsium dalam urin, meningkatkan risiko terbentuknya batu kalsium.

Meskipun beberapa batu ginjal terbuat dari kalsium, mendapatkan cukup kalsium dalam makanan Anda dapat mencegah pembentukan batu.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Asam urat

Batu asam urat adalah jenis batu ginjal yang paling umum kedua.

Asam urat adalah produk limbah yang berasal dari perubahan kimia dalam tubuh.

Asam urat yang tidak larut dengan baik dalam urin akan terbentuk menjadi kristal.

Pembentukan batu ginjal jenis ini umum dimiliki oleh orang dengan kondisi berikut:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Diare kronis
  • Diabetes tipe 2
  • Asam urat
  • Kebiasaan makan tinggi protein hewani dan rendah buah-buahan serta sayuran.

Baca juga: 3 Cara Ini Ampuh Cegah Pembentukan Batu Ginjal

Struvit

Struivit bukan jenis batu ginjal yang umum.

Kondisi medis yang terkait dengan pembentukan batu ginjal ini adalah infeksi saluran kemih kronis (ISK).

Orang yang mengalami ISK kronis berada pada risiko tertinggi dalam pembentukan batu ginjal jenis ini.

Baca juga: 9 Buah yang Bantu Redakan Asam Urat secara Alami

Batu ginjal ini bisa berukuran besar dan menyebabkan obstruksi saluran kemih.

Sistin

Sistin adalah asam amino yang ada dalam makanan tertentu. Ini adalah salah satu blok bangunan protein.

Sistinuria (terlalu banyak sistin dalam urin) adalah kelainan metabolisme bawaan yang langka.

Kandungan sistin yang tinggi dalam urin, menyebabkan batu ginjal terbentuk. Batu sistin sering mulai terbentuk di masa kanak-kanak.

Baca juga: Mengenal Kaitan Pencernaan dan Pembentukan Batu Ginjal

Pembentukan batu ginjal

Mengutip National Kidney Foundation, kemungkinan penyebab terbentuknya batu ginjal adalah:

  • Minum terlalu sedikit air
  • Terlalu banyak atau terlalu sedikit olahraga
  • Obesitas
  • Operasi penurunan berat badan
  • Makan makanan dengan terlalu banyak garam atau gula.

Infeksi dan riwayat keluarga juga dapat menjadi penyebab pembentukan batu ginjal.

Makan terlalu banyak fruktosa berkorelasi dengan peningkatan risiko pengembangan batu ginjal.

Fruktosa dapat ditemukan dalam gula meja dan sirup jagung fruktosa tinggi.

Baca juga: Penyebab dan Faktor Risiko Batu Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Mengutip Cleveland Clinic, Anda dapat memiliki batu ginjal selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya.

Selama batu ginjal tetap berada di dalam ginjal, Anda tidak akan merasakan apa-apa.

Rasa sakit biasanya dimulai ketika batu ginjal keluar dari ginjal Anda.

Baca juga: Sempat Jenguk Ray Sahetapy, Deddy Mizwar: Sudah Amnesia dan Susah Komunikasi

Terkadang, pembentukan batu ginjal bisa lebih cepat, yaitu dalam beberapa bulan. Sehingga, dapat lebih terasa sakitnya.

Disarankan berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan, jika Anda memiliki faktor risiko batu ginjal.

Penyedia layanan kesehatan mungkin melakukan tes urin 24 jam untuk memeriksa seberapa cepat batu ginjal terbentuk.

Baca juga: 10 Cara Mudah Mencegah Batu Ginjal

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Trump Kenakan Tarif 25 PERSEN Mobil Impor, Ini Efeknya buat Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau