Kompas.com - 19/07/2022, 14:01 WIB

KOMPAS.com - Penyakit tuberkulosis atau TBC tak hanya menyerang paru-paru, tapi bisa juga menjangkiti otak dan selaput pelindung otak (meningen).

Menurut Kementerian Kesehatan, kasus TBC otak sebenarnya cukup jarang. Angka kejadiannya hanya sekitar satu persen dari total kasus TBC.

Namun, penyakit ini perlu diwaspadai karena merupakan jenis TBC paling parah, yang membuat lebih dari separuh penderitanya mengalami disabilitas saraf dan meninggal dunia.

Untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit yang dikenal dengan nama lain meningitis TB ini, ada baiknya Anda mengenali gejala TBC otak berikut ini.

Baca juga: Mengapa Penderita TBC Mengalami Penurunan Berat Badan?

Gejala TBC otak

Terdapat beberapa gejala TBC otak yang sering dikeluhkan penderitanya, antara lain:

  • Sering sakit kepala
  • Demam lebih dari lima hari
  • Berat badan turun tanpa sebab jelas
  • Tingkat kesadaran menurun
  • Muntah
  • Kejang
  • Leher terasa kaku
  • Kelumpuhan pada saraf kranial yang menurunkan kemampuan mendengar, melihat, mencium bau, mengecap rasa, menelan, sampai mengunyah makanan
  • Salah satu sisi tubuh mulai dari kepala sampai kaki susah digerakkan

Gejala meningitis TB ini bisa beragam. Tingkat keparahan penyakit ini dibagi menjadi tiga stadium; yakni stadium I, II, dan III.

Penderita biasanya merasakan gejala TBC otak selang tujuh sampai 30 hari setelah terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Baca juga: Sakit Punggung Bisa Jadi Ciri-ciri TBC Tulang

Cara mendeteksi TBC otak

Penderita yang merasakan gejala TBC otak sebaiknya segera menjalani pemeriksaan kesehatan ke dokter.

Dokter dapat mendeteksi TBC otak setelah melakukan pemeriksaan fisik dan melihat hasil tes kesehatan.

Apabila ada dugaan TBC otak, penderita biasanya disarankan menjalani pemeriksaan CT scan kepala dan MRI kepala.

Selain itu, dokter juga menganjurkan penderita menjalani pemeriksaan sampel cairan serebrospinal, pemeriksaan sampel dahak untuk melihat ada tidaknya bakteri penyebab TBC otak, tes cepat molekuler, sampai pemeriksaan jaringan tubuh terkait.

Perlu diketahui, penderita TBC otak terkadang juga memiliki penyakit TBC paru serta TBC tulang belakang.

Baca juga: 10 Gejala TBC Paru dan Penyebabnya


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.