Kompas.com - 04/08/2022, 22:00 WIB
  • olahraga rutin
  • batasi kolesterol
  • menurunkan berat badan (bagi orang obesitas)
  • hindari rokok
  • kelola tekanan darah
  • kurangi gula darah
  • diet atau konsumsi makanan sehat dan bernutrisi

3. Stroke bukan penyakit keturunan

Stroke ternyata merupakan penyakit yang dapat diwariskan dari satu anggota keluarga kepada anggota lain.

Hal ini lantaran keluarga cenderung berbagi lingkungan dan gaya hidup. Gaya hidup tidak sehat cenderung meningkatkan risiko stroke di antara anggota keluarga, terutama bila digabungkan dengan faktor risiko genetik.

4. Gejala stroke sulit dikenali

Beberapa orang menganggap penyakit stroke datang tiba-tiba tanpa gejala. Padahal, penyakit ini sebenarnya menunjukkan gejala yang jarang disadari oleh sebagian orang.

Apa saja gejala stroke yang wajib kita perhatikan?

  • Wajah mengendur, menurun, serta mati rasa. kondisi ini menyebabkan orang tidak dapat tersenyum dengan rata.
  • Kelemahan dan mati rasa pada salah satu tangan. Kondisi ini membuat tangan tersebut cenderung tidak kokok saat diangkat dan turun perlahan.
  • Kesulitan berbicara atau cadel
  • Kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan dan koordinasi
  • Sakit kepala parah tanpa penyebab yang diketahui

Baca juga: Hubungan Hipertensi, Penyakit jantung, dan Stroke

5. Stroke tidak dapat diobati

Beberapa orang menganggap stroke sebagai penyakit yang tidak dapat diobati. Padahal, perkembangan medis memberikan inovasi dalam pengobatan penyakit ini yaitu:

  • Terapi trombolitik: suntikan obat penghilang gumpalan melalui saluran intravena (IV) atau kateter panjang
  • Terapi endovaskuler: prosedur dengan menempatkan tabung kateter ke dalam pembuluh darah yang tersumbat akibat stroke. Ini bertujuan untuk menghancurkan gumpalan darah.

Selain itu, penderita stroke juga dapat melakoni sederet terapi fisik serta terapi wicara.

6. Stroke hanya terjadi pada orang tua

Usia memang menjadi salah satu faktor orang terkena stroke. Namun, penyakit ini tidak hanya menyerang orang dengan usia lanjut (lansia).

Orang yang lebih muda juga berisiko terkena stroke apabila mereka mengidap risiko seperti gen, hipertensi, diabetes, obesitas, serta kecanduan tembakau.

7. Stroke ringan tidak mengancam nyawa seseorang

Istilah stroke ringan membuat beberapa orang menganggap bahwa itu merupakan kondisi yang tidak serius.

Padahal, stroke ringan bisa saja menjadi tanda bahwa stroke berat bisa saja terjadi di kemudian hari.

Baca juga: 8 Gejala Stroke pada Pria dan Penyebabnya

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.