Kompas.com - 29/07/2022, 22:00 WIB

KOMPAS.com - Kehamilan remaja adalah kehamilan yang terjadi pada usia 19 tahun atau lebih muda.

Mengutip Healhtline, seorang wanita bisa hamil setelah mengalami periode menstruasi secara teratur, kemudian melakukan hubungan seks vaginal dengan pria.

Meski begitu, kehamilan remaja memiliki risiko medis berbahaya yang lebih tinggi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), komplikasi selama kehamilan atau persalinan adalah penyebab utama kematian secara global untuk anak perempuan usia 15-19 tahun.

Baca juga: 6 Kondisi yang Harus Diwaspadai Selama Kehamilan

Berikut beberapa risiko kehamilan remaja yang harus diketahui:

1. Kurangnya perawatan prenatal

Mengutip WebMD, kehamilan remaja terutama yang tidak dikehendaki berisiko menyebabkan kurangnya perawatan prenatal yang diterima.

Perawatan prenatal itu sangat penting, terutama pada bulan-bulan pertama kehamilan.

Perawatan prenatal berguna untuk:

  • Mencari masalah medis pada ibu dan bayi
  • Memantau pertumbuhan bayi
  • Menangani dengan cepat segala komplikasi kehamilan yang muncul.

Baca juga: Bisakah Metode Cabut Penis Cegah Kehamilan dan Infeksi Menular Seksual?

2. Tekanan darah tinggi

Mengutip WebMD, kehamilan remaja lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) dari pada wanita yang berusia 20 atau 30-an tahun.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali ditambah dengan adanya kelebihan protein dalam urin dapat menyebabkan preeklamsia, risiko kehamilan remaja yang berbahaya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.