Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/11/2022, 16:31 WIB

KOMPAS.com - Perut bukan satu-satunya anggota tubuh wanita yang dapat mengalami kram saat sindrom pramenstruasi (PMS) dan selama menstruasi.

Beberapa wanita mungkin mengalami kram di area bokong atau pantat saat PMS yang berlanjut selama masa menstruasi.

Baca juga: Mengapa Kentut Wanita Berbau Menyengat Sebelum Menstruasi?

Kram bokong membuat wanita merasa tak nyaman, baik saat duduk, berdiri atau tidur. Kram bokong juga dapat membuat wanita kesulitan saat buang air kecil atau buang air besar.

Apa penyebab kram bokong selama PMS dan menstruasi?

Dikutip dari Health, penyebab utama nyeri perut hingga kram bokong adalah fluktuasi hormon terkait menstruasi.

Saat periode menstruasi dimulai, sel-sel yang melapisi rahim atau disebut endometrium pecah dan mengeluarkan hormon prostaglandin.

Hormon prostaglandin menyebabkan rahim berkontraksi. Kontraksi itu tak hanya menyebabkan kram perut, tetapi juga membuat area anus dan dubur lebih sensitif untuk sementara waktu.

Alhasil, wanita pun merasakan nyeri hingga kram bokong, disertai dengan perubahan pergerakan usus.

"Prostaglandin meningkatkan kontraksi jaringan dubur dan anus yang mengakibatkan bokong terasa nyeri dan kram," ujar dr. Jessica Shepherd, Sp. O, CEO Sanctum Med Wellness, kepada Health.com.

Hormon prostaglandin juga memicu gejala gastrointestinal (GI) sebelum atau selama pendarahan menstruasi.

Hal ini menyebabkan wanita mengalami sakit perut, kembung, dan sering kentut saat PMS atau selama menstruasi.

Baca juga: 5 Penyebab Tidak Menstruasi Setelah Berhenti KB Hormonal


Cara mengatasi kram bokong selama menstruasi

Agar tetap nyaman dalam beraktivitas, Anda dapat mengurangi nyeri atau kram bokong saat PMS dan menstruasi dengan cara berikut:

  1. Merendam bokong di bak berisi air hangat: cara ini dapat melemaskan otot-otot di anus dan rektum sehingga dapat mencegah dan mengurangi kram.
  2. Kompres air hangat: selain berendam, Anda dapat menggunakan bantalan pemanas atau botol berisi air hangat untuk mengompres bagian bokong.
  3. Konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen yang dapat membantu mengurangi peradangan, kram, dan nyeri bokong. NSAID dapat mengurangi jumlah prostaglandin yang menyebabkan nyeri.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+