Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Efek Samping Kebanyakan Tidur untuk Kesehatan

Kompas.com - 24/09/2023, 10:06 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

Sumber , Amerisleep

Penelitian menunjukkan bahwa terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur mungkin terkait dengan peningkatan faktor risiko penyakit Alzheimer.

Studi Spanyol menemukan bahwa orang yang tidur terlalu lama mungkin berisiko lebih tinggi terkena demensia.

  • Suasana hati terganggu

Depresi dan tidur dapat berjalan beriringan, sehingga dapat sulit menentukan mana yang muncul lebih dahulu.

Orang dengan jenis depresi tertentu tidur lebih lama. Sementara, tidur lebih lama dapat memperburuk depresi.

Namun, tidak semua orang yang kebanyakan tidur dan merasa tidak enak badan mengalami depresi klinis.

Baca juga: Apakah Tidur dengan Mata Terbuka Itu Berbahaya?

  • Meningkatkan rasa sakit

Meskipun sering kali kita merasa perlu beristirahat lebih banyak saat kita kesakitan, penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, terlalu banyak tidur dapat memperburuk gejala.

Misalnya, sakit punggung dapat memburuk karena terlalu sedikit aktivitas atau terlalu banyak menghabiskan waktu di tempat tidur.

Tidur dengan posisi yang tidak ergonomis atau menggunakan kasur yang sudah tua atau tidak menopang tubuh dengan benar juga dapat memperparah nyeri punggung.

Kebanyakan tidur juga dikaitkan dengan tingkat sakit kepala yang lebih tinggi.

  • Meningkatkan risiko penyakit jantung

Menggunakan informasi dari National Health and Nutrition Examination Survey (NAHNES), para peneliti menghubungkan tidur pendek dan panjang dengan risiko penyakit jantung koroner dan stroke yang lebih tinggi.

Studi tersebut menemukan bahwa orang yang tidur lebih dari delapan jam per malam memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar terkena penyakit ini angina, nyeri dada yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah).

Lalu, 10 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner.

Baca juga: 5 Macam Penyakit Penyebab Kematian Saat Tidur yang Harus Diwaspadai

  • Meningkatkan risiko stroke

Sebuah studi terbaru dari para peneliti Universitas Cambridge mengamati data dari sekitar 9.700 orang Eropa selama periode 11 tahun.

Mereka yang tidur lebih dari 8 jam memiliki kemungkinan 46 persen lebih besar terkena stroke selama masa penelitian setelah disesuaikan dengan faktor komorbiditas.

Mereka yang durasi tidurnya meningkat selama penelitian memiliki risiko stroke 4 kali lebih tinggi dibandingkan orang yang tidur secukupnya.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Penurunan Arus Mudik Lebaran 2025: Analisis Data dan Penyebabnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau