Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Efek Samping Kebanyakan Tidur untuk Kesehatan

Kompas.com - 24/09/2023, 10:06 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

Sumber , Amerisleep

Hal ini menunjukkan bahwa tidur yang lebih lama bisa menjadi gejala penting atau tanda peringatan risiko stroke.

  • Berisiko meningkatkan berat badan

Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur cenderung memiliki berat badan yang lebih besar, tetapi ada juga hubungan antara kebanyakan tidur dan obesitas.

Semakin banyak orang yang mengalami obesitas, mereka cenderung akan tidur lebih lama.

"Dan jika Anda tidur terlalu lama, kemungkinan besar Anda akan mengalami obesitas," ujar Irwin.

Salah satu teorinya adalah terlalu banyak tidur berarti terlalu sedikit beraktivitas. Dengan demikian, semakin sedikit kalori yang dibakar tubuh.

Baca juga: Posisi Tidur untuk Penderita Skoliosis yang Perlu Diperhatikan

  • Berisiko mengalami diabetes

Terlalu banyak tidur dapat meningkatkan kadar gula darah Anda, seperti halnya kurang tidur.

Kadar gula darah tinggi dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Sebuah studi di Kanada mengamati kebiasaan gaya hidup 276 orang selama 6 tahun.

Baca juga: Dewi Yull Ungkap Satu Pesan pada Anak-anaknya agar Tak Membenci Ray Sahetapy Usai Bercerai

Hasilnya menemukan bahwa mereka yang kebanyakan tidur dan kurang tidur lebih mungkin mengalami gangguan toleransi glukosa dan diabetes selama jangka waktu penelitian dibandingkan dengan orang yang tidur normal.

Toleransi glukosa mengacu pada kemampuan tubuh untuk memproses gula dan dikaitkan dengan resistensi insulin, yang merupakan faktor risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

  • Meningkatkan risiko meninggal lebih awal

Efek samping kebanyakan tidur juga termasuk meningkatkan risiko kematian seseorang secara umum.

Baca juga: Cara Terdaftar Jadi Penerima Dana PIP, Siswa SD-SMA Ikuti Langkah Ini

Mungkin itu juga sebagai akibat dari semua efek samping kesehatan, seperti obesitas, penyakit jantung, dan stroke.

Dengan demikian, kebanyakan tidur sama buruknya dengan kurang tidur.

Setelah mengetahui risiko di atas, ada baiknya Anda memperbaiki pola tidur dan mungkin terlebih dahulu berkonsultasi dengan psikolog klinis atau dokter spesialis tidur untuk mengetahui apakah tidur Anda sudah cukup sehat.

Baca juga: 10 Bahaya Kurang Tidur bagi Kesehatan, Salah Satunya Kematian Dini

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Penurunan Arus Mudik Lebaran 2025: Analisis Data dan Penyebabnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau