KOMPAS.com - Tenggorokan yang terasa sakit saat menelan bisa disebabkan oleh infeksi, inflamasi, atau gangguan kesehatan tertentu.
Sakit tenggorokan ketika menelan umumnya bisa sembuh sendiri setelah beberapa hari.
Namun jika tidak kunjung sembuh atau bertambah parah, kondisi ini perlu diatasi secara medis sesuai dengan penyebabnya.
Untuk lebih memahaminya, ketahui penyebab tenggorokan sakit saat menelan dan cara mengatasinya berikut ini.
Baca juga: 8 Penyebab Hidung Tersumbat Sebelah Tapi Tidak Pilek dan Cara Mengatasinya
Disarikan sari WebMD dan Medical News Today, berikut adalah beberapa penyebab tenggorokan sakit saat menelan yang perlu diketahui.
Sakit tenggorokan saat menelan bisa jadi merupakan gejala demam, flu, atau infeksi sinus.
Gejala ini biasanya muncul beberapa hari sebelumnya dan disertai dengan gejala lain, seperti hidung meler dan batuk.
Radang tenggorokan atau strep throat disebabkan oleh infeksi bakteri dan menyebabkan tenggorokan terasa sakit.
Orang dewasa umumnya mengalami radang tenggorokan secara tiba-tiba dan beberapa lainnya mengalami gejala tertentu, seperti demam dan pembengkakan kelenjar getah bening di area leher.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Tonsil, Fungsi, dan Gangguannya
Mononukleosis atau mono disebabkan oleh virus Epstein-Barr yang mudah ditularkan.
Penderita umumnya mengalami tenggorokan sakit saat menelan disertai gejala lain, seperti demam, sakit kepala, pembengkakan pada tonsil dan kelenjar getah bening, nyeri otot, dan kelelahan.
Virus herpes simpleks tipe 1 dapat menyebabkan nyeri di dalam mulut, termasuk di bibir, dan memicu rasa sakit ketika menelan.
Meskipun dapat hilang dalam beberapa hari, Anda diimbau untuk segera ke dokter ketika mengalami gejala tersebut untuk pertama kalinya atau mengidap HIV.
Oral thrush disebabkan oleh infeksi jamur dan umumnya menyerang penderita HIV.
Meskipun begitu, penyakit ini juga bisa dialami oleh penderita diabetes, memiliki penyakit pada esofagus, mengonsumsi jenis steroid tertentu dan antibiotik.