Salin Artikel

10 Penyebab Kanker Hati dan Faktor Risikonya

Melansir Mayo Clinic, hati atau liver adalah organ seukuran bola yang terletak di perut bagian kanan atas, persisnya di bawah diafragma.

Kebanyakan orang tidak merasakan gejala kanker hati saat awal penyakit muncul.

Namun, saat tanda penyakit benar-benar muncul, penderita baru merasakan beberapa gejala kanker hati seperti:

  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
  • Tidak nafsu makan
  • Sakit perut di bagian kanan atas
  • Mual dan muntah
  • Lemah dan lesu
  • Perut bengkak
  • Kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan
  • Kotoran BAB seperti ada kapur

Kanker hati disebabkan oleh perubahan atau mutasi DNA. Mutasi DNA tersebut membuat sel tumbuh di luar kendali sampai membentuk tumor ganas.

Penyebab kanker hati terkadang bisa disebabkan kondisi tertentu. Risiko terserang kanker hati juga dapat meningkat karena usia, genetika, gaya hidup sampai lingkungan.

Dilansir dari Cancer Research UK, berikut beberapa penyebab kanker hati dan faktor risikonya:

1. Usia lanjut

Kanker hati dapat dialami orang dari berbagai usia. Namun, penyakit ini lebih kerap menyerang orang tua.

Kebanyakan penderita kanker hati didiagnosis mengidap penyakit ini di usia lebih dari 60 tahun.

Ada juga penderita kanker hati yang berusia 85 tahun sampai 89 tahun.

Tumbuhnya jaringan parut di hati bisa mengganggu kinerja organ tersebut.

Memiliki sirosis hati meningkatkan risiko kanker hati. Risikonya bervariasi tergantung penyebab sirosis.

Penyebab sirosis hati di antaranya infeksi virus hepatitis B dan C dalam jangka panjang, minum alkohol berlebihan, gangguan kelebihan zat besi, sampai perlemakan hati.

3. Merokok

Merokok bisa jadi penyebab kanker hati dan beragam kanker lainnya.

Risiko mengidap penyakit ini jadi lebih besar jika seseorang merokok ditambah punya kebiasaan minum alkohol berlebihan.

Peluang menderita kanker hati juga semakin tinggi pada perokok yang menderita hepatitis B dan C.

4. Obesitas

Obesitas atau berat badan berlebihan juga bisa meningkatkan risiko penyakit kanker hati.

Pasalnya, orang dengan obesitas dekat dengan penyakit diabetes dan perlemakan hati (fatty liver).

Kebiasaan tersebut bisa memicu sirosis hati, yang secara tidak langsung meningkatkan risiko kanker hati.

Selain itu, alkohol secara langsung dapat merusak DNA di dalam sel hati. DNA yang rusak menyebabkan pertumbuhan sel tidak terkendali dan memicu kanker.

Peluang seseorang menderita kanker hati semakin tinggi apabila punya kebiasaan minum alkohol ditambah menderita penyakit hepatitis B atau C.

6. Fatty liver

Perlemakan hati atau fatty liver juga bisa menjadi penyebab kanker hati.

Fatty liver adalah kondisi saat lemak menumpuk di hati. Penumpukan tersebut menyebabkan peradangan berujung sirosis.

Penyakit fatty liver banyak diidap orang dengan lingkar pinggang terlalu besar, penderita tekanan darah tinggi, punya kadar lemak tinggi, dan terinfeksi virus hepatitis B atau C.

7. Diabetes

Penderita diabetes lebih berisiko terkena kanker hati ketimbang orang tanpa gangguan diabetes.

Kanker hati bisa disebabkan diabetes karena tingkat insulin yang ajek tinggi lambat laun bisa merusak hati.

Risiko kanker hati jadi lebih tinggi pada penderita diabetes yang juga memiliki sirosis hati atau punya riwayat hepatitis.

Penyakit batu empedu dan kandung empedu bisa jadi penyebab kanker hati lantaran gangguan kesehatan tersebut menyebabkan peradangan jangka panjang di jaringan hati.

Apabila tidak dikendalikan, peradangan pada jaringan hati tersebut bisa merusak hati dan memicu kanker.

9. Paparan bahan kimia tertentu

Penelitian menunjukkan, paparan bahan kimia vinil klorida, arsen, dan trikloretilen dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko kanker hati.

Orang bisa kontak dengan bahan kimia tersebut dalam waktu lama saat bekerja.

10. Berasal dari keluarga penderita kanker hati

Orang yang berasal dari keluarga dengan riwayat kanker hati lebih berisiko menderita penyakit ini.

Faktor keturunan bisa jadi penyebab kanker hati karena dipengaruhi genetik dan lingkungan.

Sebagian besar faktor risiko kanker hati bisa dikendalikan untuk mencegah penyakit ini.

Caranya dengan menjaga gaya hidup sehat, cegah hepatitis dengan vaksinasi, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.   

https://health.kompas.com/read/2020/10/19/060600868/10-penyebab-kanker-hati-dan-faktor-risikonya

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sinusitis
Sinusitis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.