Salin Artikel

Berapa Orang yang Harus Divaksin Agar Pandemi Berakhir?

KOMPAS.com - Di berbagai negara, penyuntikan vaksin Covid-19 sudah mulai di lakukan.

Indonesia berencakan akan mulai melakukan vaksinasi pada tanggal 13 Januari 2021.

Kabar ini tentu menjadi penyejuk dan harapan baru untuk segera menemui akhir dari pandemi ini.

Akan tetapi, vaksinasi tetap tidak akan membuahkan hasil jika hanya dilakukan pada beberapa orang saja.

Berapa jumlah orang yang harus divaksin agar pandemi berakhir?

Orang yang divaksinasi bertindak sebagai penghalang untuk memperlambat dan mencegah virus terus menyebar.

Tujuan akhir penyuntikan vaksin adalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin orang yang divaksinasi sehingga lebih banyak orang yang terlindungi.

Jika ada banyak orang yang divaksin, maka akan terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Dengan adanya herd immunity, maka banyak orang yang menjadi kebal terhadap penyakit menular sehingga penyebaran penyakit terhenti.

Menurut data Cleveland Clinic, dibutuhkan 50 hingga 80 persen populasi yang harus mendapatkan vaksin Covid-19 untuk mencapai herd immunity.

Sebaliknya, jika orang-orang yang tinggal di daerah atau negara banyak yang belum mendapatkan vaksin, maka herd immunity sulit dicapai dan pandemi pun sulit diakhiri.

Dengan kata lain, penyuntikan vaksin ini bukan hanya untuk melindungi diri sendiri tetapi juga melindungi orang-orang di sekitar kita yang tidak boleh mendapatkan vaksin, seperti:

  • orang tua
  • bayi atau anak-anak
  • wanita hamil
  • orang dengan sistem kekebalan yang lemah
  • orang dengan kondisi kesehatan tertentu atau alergi dengan vaksin sebelumnya.

Lalu adakah efek samping dari vaksin Covid-19?

Banyak orang menghindari vaksin karena takut efek sampingnya.

Setiap vaksin pasti memiliki efek samping. Namun, manfaat vaksin lebih besar daripada efek sampingnya.

Efek samping yang kemungkinan terjadi dari vaksin Covid-19 ini, antara lain:

nyeri, kemerahan, dan bengkak di lokasi suntikan kelelahan sakit kepala nyeri otot dan persendian demam ringan dan menggigil.

Adanya efek samping menunjukan bahwa vaksin yang disuntikan sedang bekerja untuk mengembangkan kekebalan tubuh terhadap virus.

Jadi, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan risikonya.
Apalagi, adanya vaksin ini telah melalui tahap pengujian dan proses pemeriksaan yang ketat.

https://health.kompas.com/read/2021/01/07/160000668/berapa-orang-yang-harus-divaksin-agar-pandemi-berakhir-

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Abses Perianal
Abses Perianal
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Penyakit
5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Perianal

Abses Perianal

Penyakit
6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

Health
Hipertiroidisme

Hipertiroidisme

Penyakit
14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.