Kompas.com - 17/01/2022, 19:00 WIB

KOMPAS.com - Polisitemia vera adalah jenis kanker darah yang menyebabkan sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah merah.

Sel berlebih tersebut akan mengentalkan darah dan memperlambat alirannya yang dapat menyebabkan masalah serius seperti pembekuan darah.

Baca juga: Kanker Darah

Faktor risiko

Menurut Healthine, polisitemia vera terjadi ketika mutasi pada gen menyebabkan masalah dengan produksi sel darah.

Akan tetapi, penyebab mutasi gen pada kondisi ini masih tidak diketahui.

Oleh karena itu, terdapat beberapa faktor yang dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko polisitemia vera, yaitu:

  • Berusia antara 50-75 tahun, meskipun kondisi ini dapat terjadi pada semua usia
  • Berjenis kelamin laki-laki.

Gejala

Berdasarkan Mayo Clinic, gejala polisitemia vera meliputi:

  • Gatal, terutama setelah mandi air hangat
  • Mati rasa, kesemutan, terbakar, atau kelemahan di tangan, kaki, dan lengan
  • Perasaan kenyang yang cepat setelah makan dengan porsi kecil
  • Kembung atau nyeri di perut kiri atas karena limpa yang membesar
  • Pendarahan yang tidak biasa, seperti mimisan atau gusi berdarah
  • Pembengkakan yang menyakitkan pada satu sendi, terutama jempol kaki
  • Sesak napas dan kesulitan bernapas saat berbaring.

Komplikasi 

Berdasarkan Mayo Clinic, polisitemia vera dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Pembekuan darah
  • Limpa yang membesar.
  • Masalah kesehatan terkait tingkat sel darah merah yang tinggi seperti tukak lambung dan asam urat
  • Kelainan darah lainnya.

Baca juga: Sama-sama Kanker Darah, Kenali Perbedaan Leukimia dan Limfoma

Diagnosis

Melansir Mayo Clinic, diagnosis polisitemia vera meliputi:

  • Pemeriksaan fisik dan riwayat medis terperinci
  • Tes darah untuk mengukur kadar sel darah merah, peningkatan trombosit, sel darah putih dan zat besi
  • Aspirasi atau biopsi sumsum tulang
  • Tes gen spesifik yang menunjukkan mutasi gen terkait dengan penyakit.

Perawatan

Pada dasarnya, polisitemia vera merupakan kondisi kronis yang tidak ada obatnya.

Namun, perawatan yang dilakukan dapat membantu Anda mengelola gejala dan membantu terhindar dari komplikasi.

Melansir Healthline, dokter akan meresepkan rencana perawatan berdasarkan risiko Anda mengalami pembekuan darah sebagai berikut:

Perawatan untuk risiko rendah

  • Aspirin dosis rendah yang memengaruhi trombosit dalam darah untuk mengurangi risiko pembentukan gumpalan darah
  • Proses pengeluaran sejumlah kecil darah dari salah satu pembuluh untuk mengurangi jumlah sel darah merah Anda.

Perawatan untuk risiko tinggi

Selain aspirin dan proses mengeluarkan darah, orang yang berisiko tinggi juga memerlukan perawatan yang lebih khusus dengan resep obat-obatan.

Baca juga: Leukemia (Kanker Darah): Gejala, Penyebab, Jenis, Pengobatan

Resep obat tersebut berfungsi untuk:

  • Mengurangi risiko pembekuan darah
  • Menghalangi tubuh membuat terlalu banyak sel darah merah
  • Menghambat faktor pertumbuhan yang bertanggung jawab untuk menciptakan sel darah merah dan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Perawatan lainnya

  • Dokter Anda juga dapat meresepkan perawatan lainnya seperti:
  • Antihistamin, inhibitor reuptake serotonin selektif, atau fototerapi untuk meredakan gatal yang terjadi secara terus-menerus
  • Rekomendasi diet untuk menjaga berat badan yang sehat, menghindari kadar natrium yang tinggi, menghindari dehidrasi, dan menjaga aliran atau sirkulasi darah yang baik.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.