Kompas.com - 12/08/2013, 11:49 WIB
shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com — Berat badan berlebih ternyata bukan hanya perkara kelebihan makan dan kurang berolahraga saja. Semakin banyak bukti-bukti penelitian yang mengungkap kaitan antara kurang tidur dan kegemukan.

Peningkatan jumlah orang yang obesitas di Amerika Serikat (36 persen pada dewasa dan 18 persen pada anak), ternyata mengikuti semakin turunnya durasi tidur orang-orang kebanyakan. Pola ini juga tampak di beberapa negara industri.

Sebuah penelitian dilakukan untuk melihat aktivitas otak di area yang bertanggung jawab untuk mengontrol nafsu makan. Penelitian dilakukan pada orang-orang yang waktu tidurnya kurang.

Penelitian dilakukan oleh tim dari Universitas California, Berkeley, AS, dengan melibatkan 23 responden dewasa. Pertama, semua responden tidur normal selama 8 jam di laboratorium tidur. Di pagi hari otak responden dipindai dengan MRI ketika mereka melihat foto 80 jenis makanan.

Jenis makanan berkisar mulai dari rendah hingga tinggi kalori. Tiap item diberi nilai 1-4, sesuai keinginan responden terhadap makanan itu.

Bagian otak yang dipindai adalah beberapa area spesifik yang berkaitan dengan nafsu makan, selera, dan kepuasan makanan.

Tujuh hari kemudian, responden kembali ke laboratorium tidur dan mengulangi aktivitas tersebut. Bedanya, kali ini responden tidak boleh tertidur.

Hasilnya, kurang tidur mengganggu pilihan makanan dengan dua cara. Pertama dengan menghalangi aktivitas di area otak yang bertanggung jawab pada pilihan makanan sehingga responden tidak bisa memberi peringkat makanan mana yang betul-betul diinginkan.

Di waktu bersamaan, peningkatan aktivitas otak terjadi pada area amygdala. Area ini mengontrol ketertarikan pada makanan. Dengan kata lain, beberapa makanan tampak sangat menonjol dan menarik. Ketika dicek, ternyata jenis makanan tersebut kebanyakan yang tinggi kalori.

Dari hasil tersebut, para peneliti menyimpulkan kurang tidur mengganggu kemampuan membuat keputusan, serta meningkatkan keinginan makan makanan tidak sehat.

Meski penelitian tersebut berskala kecil, tetapi studi ini dapat dikembangkan untuk mengetahui lebih dalam kaitan antara kurang tidur dan peningkatan berat badan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X