Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 29/08/2013, 12:57 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Kebiasaan minum alkohol diketahui memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Risiko tersebut kian nyata setelah sebuah studi baru skala besar membuktikan, kebiasaan minum alkohol sebelum kehamilan pertama memicu kanker payudara di kemudian hari.

Sebelumnya studi lain telah menunjukkan hubungan konsumsi alkohol dengan peningkatan risiko kanker payudara. Menunda punya anak juga meningkatkan risiko tersebut.

Sementara itu para peneliti mengatakan, studi baru yang mereka lakukan merupakan studi pertama yang mempelajari efek konsumsi alkohol dalam periode mulai dari awal mengalami menstruasi hingga kehamilan pertama.

"Risikonya meningkat sebanyak 11 persen untuk setiap 10 gram asupan alkohol, yang setara dengan enam sajian minuman beralkohol setiap minggunya. Risiko tersebut dibandingkan dengan mereka yang tidak minum alkohol," ujar penulis studi Dr Ying Liu, pakar ilmu kesehatan masyarakat di Washington University School of Medicine.

Satu sajian minuman alkohol diartikan sebagai satu kaleng minuman yang berukuran sekitar 120 ml.

Menurut studi yang dipublikasi dalam Journal of National Cancer Institute tersebut, konsumsi satu sajian minuman beralkohol perhari juga meningkatkan risiko pembelahan sel tumor jinak pada payudara, sehingga risikonya untuk menjadi kanker meningkat sebanyak 16 persen. Tumor jinak diketahui merupakan faktor risiko dari kanker payudara.

Para peneliti menganalisa data lebih dari 91.000 wanita yang tidak terdiagnosa kanker saat awal studi dilakukan. Mereka menanyai responden tentang kebiasaan konsumsi alkohol di tahun 1989 dan diikuti hingga tahun 2009.

Studi baru tersebut juga melakukan analisa pada kelompok turunan yang terdiri lebih dari 60.000 wanita yang dievaluasi sejak tahun 1991 hingga 2001. Para peneliti melihat bila responden memiliki tumor jinak dan bila alkohol berperan dalam pembentukannya.

Mereka menemukan, lebih dari 1.600 kasus kanker payudara dan 970 diagnosis tumor jinak selama periode studi tersebut.

Mereka pun menyimpulkan, konsumsi alkohol setelah menstruasi pertama dan sebelum kehamilan pertama berhubungan dengan risiko-risiko tersebut, terlepas dari apakah kebiasaan minum alkohol masih dilanjutkan setelah hamil atau tidak. Hubungan ini bahkan disimpulkan setelah mengkaji faktor risiko lainnya.

"Jaringan payudara sangat rentan terhadap paparan lingkungan, termasjk menstruasi dan kehamilan pertama. Ini karena dalam kondisi tersebut, jaringan mengalami pembelahan sel-sel yang cepat, sehingga juga rentan terhadap kanker," tutur Liu.

Risiko kanker meningkat saat ada peningkatan pembelahan sel-sel tumor jinak. Namun menurut Liu, itu bukan satu-satunya cara. Serta, hubungan tersebut bukan merupakan hubungan sebab-akibat. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+