Kompas.com - 11/09/2013, 09:22 WIB
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Jika berat badan meroket, orang cenderung menyalahkan ketidakdisiplinan berolahraga dan pola makan mereka yang salah. Namun sebenarnya ada juga faktor lain yang secara mengejutkan mengacaukan angka pada timbangan Anda, yakni kepribadian.

Menurut sebuah studi baru yang dipresentasikan dalam American Psychological Association di Honolulu, Hawaii, kepribadian tertentu dapat mempengaruhi berat badan dan dikaitkan dengan epidemi obesitas. Kepribadian seperti apa itu?

Dari empat studi yang dilakukan pada lebih dari 8.900 orang, para peneliti menemukan orang-orang tertentu cenderung untuk memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi. Kepribadian tersebut antara lain kepribadian sensitif seperti mudah marah, cemas, sedih, dan kesepian, serta kepribadian yang ceroboh seperti tidak disiplin, tidak terorganisasi dengan baik, dan mudah terdistraksi.

Menurut penulis studi Angelina Sutin, asisten profesor di Florida State University, orang memiliki salah satu kepribadian tersebut menghadapi risiko obesitas yang tinggi. Menariknya, jika memiliki kedua kepribadian tersebut, risiko obesitas justru menurun.

"Tentu saja, tidak semua orang dengan kepribadian tersebut secara langsung mengalami obesitas. Sebaliknya, kepribadian tersebut hanya meningkatkan kecenderungan sikap yang memicu kenaikan berat badan," ujarnya.

Sutin mencontohkan, orang dengan kepribadian sensitif umumnya lebih mudah stres sehingga cenderung termakan nafsu untuk makan lebih banyak. Sementara itu, orang yang tidak disiplin dan tidak terorganisasi cenderung lebih sulit untuk merencanakan makanan sehat dan taat pada pola makan sehat dan olahraga teratur.

"Namun kepribadian bukan sesuatu yang sangat stabil dan bisa berubah jika diinginkan," tandasnya.

Karena itu, jangan takut dengan risiko obesitas jika merasa memiliki salah satu kepribadian tersebut. Dengan usaha menghindari sikap tidak sehat, tentu berat badan akan tetap terjaga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.