Kompas.com - 17/09/2013, 13:02 WIB
Ilustrasi olahraga saat hamil ShutterstockIlustrasi olahraga saat hamil
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com —
Tak sedikit wanita yang ragu untuk berolahraga saat hamil karena khawatir akan kesehatan kandungannya. Padahal, olahraga saat hamil memiliki banyak manfaat, antara lain mencegah kenaikan berat badan yang terlalu cepat, memperkuat kehamilan, dan memperlancar persalinan.

Menurut pakar kandungan Laura Riley, aktif bergerak saat hamil memiliki manfaat yang berguna bagi ibu dan janin yang dikandung. "Ini adalah win-win solution," tegasnya.

Nah, agar tidak salah persepsi tentang berolahraga saat hamil, Anda perlu mengenali mitos dan faktanya berikut.

Detak jantung tidak boleh melebihi 130 per menit saat berolahraga selama hamil
Mitos. Tidak ada "target" detak jantung bagi setiap wanita hamil saat berolahraga. Padahal, menurut Riley, detak jantung target adalah konsep yang sudah ditinggalkan sejak lama. Sebagai gantinya, para pakar sudah beralih pada rate of perceived exertion (RPE). Skala tersebut menentukan seberapa keras seseorang berolahraga dan apa yang dirasakan saat berolahraga.

Tidak aman untuk berolahraga perut selama hamil
Mitos. Para pakar mengatakan, olahraga perut aman dilakukan selama kehamilan. Bahkan, olahraga ini memberikan banyak keuntungan. "Selama hamil, perut, termasuk lantai pelvis, perlu diperkuat. Bagian ini tidak hanya menolong selama kehamilan, tetapi juga saat melahirkan, dan pemulihan," ujar Sue Fleming, instruktur fitnes bersertifikasi. Latihan yang perlu dihindari, imbuhnya, yaitu latihan punggung setelah melewati trimester ketiga.

Jika sudah rutin berlari sebelumnya, tidak apa melanjutkannya saat hamil
Fakta. Para pakar mengatakan, selama kehamilan sehat dan merasa baik-baik saja, berlari saat hamil tidak akan menjadi masalah. Namun, jika merasa ada yang aneh pada tubuh, segera hentikan olahraga ini. Jangan paksakan tubuh untuk mendapatkan rekor setara bahkan melebihi dengan yang didapat saat tidak hamil.

Hamil membuat tubuh rentan cedera saat berolahraga
Fakta. Selama hamil, tubuh memproduksi hormon yang disebut dengan relaksin. Hormon tersebut didesain untuk membantu melubrikasi sendi sehingga mempermudah proses melahirkan. Ketika sendi terlalu "longgar", risiko cedera pun meningkat. Maka, wanita hamil disarankan untuk tidak  melakukan latihan yang terlalu banyak membebani sendi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak semua jenis olahraga aman dilakukan selama hamil
Fakta. Jenis olahraga yang melibatkan keseimbangan, seperti bersepeda dan bermain ski, atau olahraga dengan kontak fisik tinggi, seperti sepak bola, dapat berisiko saat hamil. "Setelah trimester pertama, keseimbangan tubuh mungkin sedikit terganggu sehingga perlu dihindari jenis latihan yang membutuhkan keseimbangan," ujar Fleming.

Jika berolahraga terlalu banyak saat hamil, nutrisi untuk bayi akan berkurang sehingga bayi pun tidak bisa tumbuh optimal
Mitos. Faktanya, bayi akan mendapat nutrisi yang ia butuhkan. Jadi ap apun yang dilakukan selama hamil tidak akan mengurangi cadangan makanan yang dibutuhkan oleh bayi. Sebaliknya, nutrisi untuk bayi perlu dicukupkan dengan konsumsi makanan yang bergizi. Cara makan pun sebaiknya sedikit-sedikit namun sering, bukan sekaligus makan banyak.

Jika sebelumnya tidak pernah berolahraga, saat hamil tidak perlu berolahraga.

Mitos. Jika tidak pernah berolahraga sebelumnya, hamil memang bukan waktu yang tepat untuk tiba-tiba menjadi sangat aktif. Hanya, itu bukan berarti Anda hanya menghabiskan waktu untuk bermalas-malasan setiap hari. Tetap aktif bergerak untuk mengerjakan tugas sehari-hari atau sekadar berjalan-jalan santai tetap dibutuhkan untuk menjaga kandungan yang sehat.

Saat ada gangguan selama kehamilan, seperti nyeri dan bercak, olahraga apa pun saat hamil perlu dihentikan sama sekali
Mitos. Saat adanya gangguan seperti nyeri, bercak, pusing, atau mual, Anda memang perlu menghentikan olahraga. Akan tetapi, hal itu bukannya membuat Anda untuk berhenti olahraga selamanya. Berkonsultasilah kepada dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari gangguan yang dialami. Tanyakan juga waktu yang tepat untuk kembali berolahraga.


Sumber WebMD

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Health
Payudara Bengkak

Payudara Bengkak

Penyakit
7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

Health
Punggung Panas

Punggung Panas

Penyakit
Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Health
Gangguan Penyimpanan Lisosom

Gangguan Penyimpanan Lisosom

Penyakit
3 Pengaruh PCOS dalam Kehidupan Wanita

3 Pengaruh PCOS dalam Kehidupan Wanita

Health
Pusar Bau

Pusar Bau

Penyakit
4 Perbedaan Vitamin D2 dan Vitamin D3 yang Penting Diketahui

4 Perbedaan Vitamin D2 dan Vitamin D3 yang Penting Diketahui

Health
Kuku Kaki Bergelombang

Kuku Kaki Bergelombang

Penyakit
9 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi untuk Dihindari Saat Diet

9 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi untuk Dihindari Saat Diet

Health
Mengenal Apa Itu PCOS dan Gejalanya, Wanita Wajib Tahu

Mengenal Apa Itu PCOS dan Gejalanya, Wanita Wajib Tahu

Health
9 Jenis Asam Amino Esensial dan Fungsinya untuk Tubuh

9 Jenis Asam Amino Esensial dan Fungsinya untuk Tubuh

Health
Infeksi Virus

Infeksi Virus

Penyakit
8 Sayuran yang Mengandung Protein Tinggi

8 Sayuran yang Mengandung Protein Tinggi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.