Kompas.com - 04/04/2014, 06:58 WIB
Ilustrasi kehamilan shutterstockIlustrasi kehamilan
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Semua hal yang terjadi pada calon ibu yang tengah mengandung bisa memberikan dampak pada janin yang dikandungnya. Termasuk stres yang terjadi selama kehamilan. Stres tersebut berpotensi mengganggu tumbuh kembang otak janin.
 
Saat stres, manusia memiliki kadar hormon kortisol (hormon stres) tinggi yang mengalir pada darahnya. Karena itulah, darah janin juga berpotensi mengandung hormon kortisol tersebut. Demikian yang dijelaskan oleh psikolog Rini Hildayani dari Fakultas Psikologi UI.
 
"Darah ibu yang mengandung kortisol berfungsi pula untuk mengantarkan zat-zat gizi pada janin melalui plasenta. Maka ada kemungkin kortisol juga ikut diantarkan," terangnya dalam konferensi pers Happy Tummy Council bertajuk "Gut-Brain Axis", pada Kamis (3/4/2014) di Jakarta.
 
Tumbuh kembang anak terjadi sejak dalam kandungan termasuk pada 1.000 hari pertama kehidupan. Masa tersebut dikenal dengan istilah periode emas perkembangan otak anak. Kerusakan atau kurang optimalnya tumbuh kembang otak pada periode ini akan berdampak jangka panjang dan permanen.
 
Rini mengatakan, tidak optimalnya tumbuh kembang otak janin karena stres berkaitan dengan hubungan antara saluran cerna dengan otak. Hubungan tersebur dikenal dengan istilah gut-brain axis. 
 
Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis anak Ahmad Suryawan, mengatakan saluran cerna memiliki hubungan yang erat pada otak. Saluran pencernaan yang sehat bisa mengoptimalkan 80 persen pertumbuhan otak anak pada periode kritis, yakni usia 0-6 tahun.
 
"Saluran cerna mempengaruhi otak dari beberapa segi, termasuk dari segi hormon stres," kata Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak RSUD Dr Soetomo/FK Universitas Airlangga Surabaya ini.
 
Saluran cerna yang tidak sehat akan merangsang hormon kortisol di otak, begitu pula sebaliknya jika tubuh dalam keadaan stres, saluran cerna juga akan terganggu.
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Clubfoot
Clubfoot
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

Health
Skizorenia Paranoid

Skizorenia Paranoid

Penyakit
13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

Health
Asites

Asites

Penyakit
15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

Health
Anemia

Anemia

Penyakit
Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Health
Aritmia

Aritmia

Penyakit
Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Health
Mikosis

Mikosis

Penyakit
Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Health
Ablasi Retina

Ablasi Retina

Penyakit
Mengenal Gejala dan Penyebab Penyakit Pes

Mengenal Gejala dan Penyebab Penyakit Pes

Health
Cedera Ligamen Lutut Anterior

Cedera Ligamen Lutut Anterior

Penyakit
Psikopat

Psikopat

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.