Kompas.com - 23/05/2014, 12:49 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kesehatan dan kondisi tubuh kita merupakan hasil dari apa yang kita makan setiap harinya. Jika kita merasa berat badan gampang naik, sering mengalami gangguan pencernaan, atau pun emosi tidak stabil, mungkin ini saatnya untuk mengevaluasi lagi kualitas dan kuantitas asupan nutrisi yang masuk.

Untuk mengetahui apakah kebiasaan makan yang kita lakukan sudah tepat atau belum, Karen Ann Kennedy, pelatih kesehatan tersertifikasi sekaligus presiden dan CEO di The Caring Coaching Center, LLC The Caring Coaching Center, memberikan empat pertanyaan kunci berikut:
1. Apa yang saya makan?
Ini bukan pertanyaan asal, meskipun kebanyakan orang yang merasa makan sehat berarti makan lebih sedikit. Menurut Kennedy, saat tidak mengetahui apa yang ada di dalam makanan yang dimakan, makan dalam porsi lebih sedikit pun tetap memberikan dampak yang tidak diinginkan.
 
"Inilah pentingnya untuk selalu mengecek label dari makanan yang beli. Lebih baik lagi, untuk tidak membeli makanan kemasan atau hanya membeli makanan dengan daftar isi lima bahan saja atau kurang," kata dia.
 
2. Darimana makanan berasal?
Apakah makanan berasal dari petani yang mengurus dengan baik tanamannya atau dari pabrik yang telah mencampurkan makanan dengan bahan kimia untuk memperlama daya tahannya? Makanan yang lebih alami tentu lebih sehat daripada yang sudah ditambahkan bahan kimia. Karena itu, cobalah untuk membeli makanan yang lebih alami.
 
3. Kenapa saya makan?
Ini adalah pertanyaan besar yang berarti menanyakan alasan utama Anda mengasup suatu makanan. Apakah memang karena lapar dan butuh atau hanya ingin? Apakah Anda makan karena bosan, kesepian, sedih atau marah? Apakah makan untuk mengganti tenaga yang hilang karena olahraga? 
 
Dengan mengetahui alasan makan, maka Anda akan lebih mudah mengidentifikasi makan emosional yang buruk bagi kesehatan. Saat keinginan makan meski tidak lapar itu datang, cobalah alihkan perhatian ke kegiatan-kegiatan lain seperti berjalan-jalan.
 
4. Apa yang dirasakan setelah makan?
Sebelum makan, maka cobalah untuk menanyakan apa yang akan dirasakan setelah makan, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental. Jika Anda merasa bersalah, sedih, terganggu, bahkan marah, atau mungkin akan merasa kembung atau pusing, maka kemungkinan keinginan Anda untuk makan hanya karena emosi.
 
Kennedy mengatakan, untuk menambah keterampilan Anda mengetahui rasa yang akan rasakan setelah makan, maka Anda harus lebih banyak berlatih. Misalnya dengan mencatat yang Anda rasakan setelah makan suatu makanan. Dengan begitu, Anda jadi selalu mengingat jika terjadi masalah setelah makan, misalnya terjadi reaksi alergi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.