Kini Wanita Tak Malu Lagi Merokok

Kompas.com - 01/06/2014, 10:13 WIB
/Ilustrasi Shutterstock/Ilustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com --
Jika dulu citra rokok erat dengan kaum adam, tetapi kini semakin banyak pula wanita yang juga menjadi perokok aktif. Terbukti dari peningkatan prevalensi merokok antara 2007 dan 2013 di kalangan wanita dari 5,2 persen menjadi 6,9 persen. 
 
Meskipun perokok pria masih jauh lebih banyak daripada wanita, tetapi peningkatan jumlah perokok wanita juga perlu mendapatkan perhatian. Pasalnya, peningkatan jumlah perokok wanita juga berkontribusi dalam total jumlah perokok secara keseluruhan.
 
Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI Ekowati Rahajeng mengatakan, dulu wanita masih malu-malu untuk merokok. Namun, saat ini semakin mudah ditemui wanita yang merokok.
 
"Ini mungkin disebabkan oleh modernisasi, terkait norma merokok tidak baik itu belum ada sehingga mereka tidak malu untuk merokok," kata dia di sela-sela The 1st Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) yang pertama pada Sabtu (31/5/2014) di Jakarta.
 
Menurut dia, rokok harus dicitrakan sebagai barang yang buruk sehingga orang pun malu untuk merokok. Ia mengatakan, orang harus semakin menyadari bahwa merokok merupakan barang yang bisa mengakibatkan penyakit.
 
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Priyo Sidipratomo menegaskan, di zaman post modern, citra rokok sebenarnya sudah buruk. Terbukti, di negara-negera maju, rokok sudah mulai ditinggalkan.
 
"Itulah kenapa kita harus bekerja keras untuk membuat citra demikian di Indonesia," kata Priyo.
 
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, prevalensi perokok di Indonesia meningkat dari 34,2 persen pada tahun 2007 menjadi 36,3 persen pada tahun 2013.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X