Kompas.com - 28/10/2014, 16:33 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Google merayakan 100 tahun kelahiran Dr.Jonas Salk, ilmuwan Amerika yang mengembangkan vaksin polio pertama. Halaman situs utama Google pun menampilkan doodle Salk dikelilingi anak-anak, salah satunya membawa poster bertuliskan "terima kasih Dr.Salk".

Salk menemukan vaksin polio tahun 1954 yang merupakan inactivated vaksin (berasal dari virus hidup polio yang dimatikan). Saat itu vaksin diberikan melalui suntikan. Pembuatan vaksin polio lalu dilanjutkan oleh Albert Sabin yang menghasilkan vaksin polio oral (diteteskan di mulut) yang kita kenal saat ini.

Dua tahun sebelum vaksin polio buatan Salk tersedia secara luas, jumlah anak-anak yang menderita polio sangat banyak. Di AS saja jumlahnya lebih dari 45.000 anak. Tapi di tahun 1962 jumlahnya berhasil turun menjadi 910.

Salk merupakan dokter lulusan New York University School of Medicine tahun 1993. Ia lalu bekerja sebagai staf dokter di Mount Sinai Hospital di New York.

Ia kemudian mengikuti bakatnya sebagai peneliti di Universitas Michigan di mana ia bekerja mengembangkan vaksin flu atas permintaan tentara AS. Di tahun 1947, ia ditunjuk menjadi direktur laboratorium riset virus di University Pittsburgh School of Medicine. Di tempat ini ia kemudian mengembangkan teknik yang membantunya menemukan vaksin polio.

Salk mengerjakan kembali ide yang sudah ada tentang vaksin menggunakan kekebalan yang dihasilkan tubuh dengan menggunakan virus yang tidak aktif. Ia lalu mendapatkan dana untuk mengembangkan vaksin polio.

Vaksin yang dihasilkan tersebut pertama kali diuji coba pada monyet baru kemudian ke pasien anak cacat yang sudah menderita polio. Kemudian dicoba juga ke sukarelawan, termasuk staf laboratorium, termasuk Salk, istri dan anaknya. Ternyata tidak ada efek samping negatif yang mereka rasakan.

Tahun 1954 dilakukan uji coba vaksin secara nasional pada satu juta anak berusia 6-9 tahun yang kemudian dikenal sebagai Pionir Polio. Setengah anak mendapat vaksin dan sisanya diberi plasebo. Pada 12 April 1955, vaksin tersebut dinyatakan aman dan efektif.

Salk memilih untuk tidak mematenkan vaksin tersebut dan tidak mendapatkan imbalan uang untuk penemuannya tersebut. Ia lebih suka jika vaksin tersebut didistribusikan seluas-luasnya.

Salk meninggal dunia di usia 80 tahun pada 23 Juni 1955.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.