Kompas.com - 11/11/2014, 10:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com
- Banyak manfaat konsumsi buah bagi kesehatan, di antaranya buah stroberi dan apel. Berdasarkan penelitian, kedua buah ini mampu mengurangi kerusakan jangka panjang pada organ tubuh setelah terjadi serangan jantung.

Para ilmuwan dari Universitas Cambridge menemukan adanya zat kimia pada stroberi dan apel yang bisa mengurangi cedera jangka panjang untuk organ-organ vital. Manfaat lainnya, tingkat kelangsungan hidup seseorang mengalami peningkatan setelah terkena serangan jantung dan stroke.

Seperti diketahui pascaserangan jantung bisa terjadi penurunan fungsi, seperti kerusakan pada otot jantung. Serangan jantung juga bisa datang kembali dan bisa menyebabkan gagal jantung. Ketika seseorang mengalami serangan jantung maupun stroke, terjadi pembekuan darah sehingga jantung hingga otak kekurangan darah dan oksigen. Untuk itu, penanganan serangan jantung harus secepat mungkin.

Selama ini, penanganan pada serangan jantung yaitu membuka kembali aliran koroner yang tersumbat atau dikenal dengan reperfusi.

Para ahli dan dokter di Universitas Cambridge menilai jika zat kimia pada stroberi dan apel disuntikan pada pasien setelah serangan, maka bisa mengurangi kerusakan pada jantung maupun organ lain.

Para peneliti mengungkapkan, kerusakan yang terjadi pascaserangan jantung diakibatkan penumpukan zat kimia suksinat. Ketika kembali aliran darah, suksinat berinteraksi dengan oksigen, kemudian melepaskan molekul destruktif yang membunuh sel-sel di jantung atau organ lain.

Para peneliti kemudian melakukan percobaan pada tikus dengan menyuntikkan bahan kimia yaitu ester malonat. Hasilnya, jika ester malonat disuntikkan selama pengobatan stroke atau serangan jantung,  maka bisa menghentikan penumpukan suksinat dan pelepasan molekul yang merusak jantung serta organ tubuh lainnya.

Ester malonat inilah yang banyak ditemukan pada buah-buahan seperti stroberi, apel dan anggur. Dokter Michael Murphy dari Universitas Cambridge mengatakan, zat kimia ester malonat berkerja sangat baik dalam tubuh untuk mengurangi kerusakan pasca serangan jantung maupun stroke.

Direktur medis di British Heart Foundation Profesor Peter Weissberg, mengatakan meskipun belum diketahui tingkat kerusakan yang bisa terjadi setelah serangan jantung, setidaknya zat kimia ini mampu mengurangi risiko gagal jantung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.