Kompas.com - 05/12/2014, 11:19 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kejadian kutil kelamin di Indonesia meningkat pesat pada tahun-tahun belakangan ini. Di poliklinik infeksi menular seksual Rumah Sakit Dr.Cipto Mangunkusumo Jakarta, kutil kelamin menduduki peringkat pertama kasus baru infeksi menular seksual pada tahun 2008-2011. Data yang sama juga ditemukan di kota Denpasar, Medan, Bandung, serta Semarang.

Angka kejadian penyakit kutil kelamin berkisar antara 20-26 persen dari seluruh infeksi menular seksual. Kutil kelamin (condylomata acuminata) disebabkan oleh virus HPV tipe 6 dan 11. Pada kutil kelamin, hampir 100 persen disebabkan oleh virus HPV.

Penyakit ini bisa terjadi pada pria maupun wanita. Pada wanita, kutil kelamin dapat muncul di dalam dan di luar alat kelamin, area kelamin dan juga pada leher rahim (serviks). Kutil kelamin dapat menyebabkan gejala seperti rasa terbakar, gatal, atau nyeri. Sedangkan pada pria, kutil kelamin muncul di penis atau area sekitar penis.

"Walau tidak menyebabkan kematian, tapi penyakit ini menyebabkan beban psikologis yang besar. Jika tidak ditangani, kutil kelamin juga bisa menyebabkan infeksi sampingan," kata dr.Andi Darma Putra, Sp.OG (K), dalam acara mengenai Human Papilloma Virus (HPV) di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kutil kelamin yang muncul di liang vagina bisa menyebabkan perdarahan saat berhubungan seksual, komplikasi kehamilan dan persalinan. Selain itu, walau telah diobati virus penyebab kutil kelamin masih ada dalam tubuh dan dapat muncul kembali.

Penularan HPV penyebab kutil kelamin terjadi melalui berbagai jenis kontak genital. "Seseorang bisa terinfeksi HPV dari orang lain yang terinfeksi walau orang tersebut terlihat tidak menderita penyakit atau lesi. Kutil kelamin dapat muncul beberapa minggu atau bulan setelah kontak dengan orang yang terinfeksi," kata Andi.

Penanganan kutil kelamin bisa dilakukan dengan teknik pembekuan, pembakaran, atau menggunakan laser. Jika kutil kelamin tidak merespon pengobatan tersebut, dokter akan melakukan operasi untuk membuangnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi ini diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus HPV sehingga risiko tertular penyakit kutil kelamin, kanker serviks, serta prakanker vulva vagina, yang semuanya disebabkan oleh virus HPV, bisa ditekan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X