Kompas.com - 10/06/2015, 18:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Jessica Strong lahir 14 minggu lebih awal dari jadwal kelahirannya. Ia lahir di rumah sakit George Eliot, Nuneaton Inggris pada bulan Juli 2012. Namun karena ia sangat prematur, bayi mungil ini dirujuk ke Universitas Hospital of North Staffordshire (UHNS).

Di UHNS ia mendapat perawatan di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Namun belum lama dirawat, ia terinfeksi kuman Serattia marcescens yang akhirnya merenggut nyawanya setelah dirawat selama dua minggu.

Jessica adalah salah satu dari dua bayi yang meninggal akibat kuman tersebut. Saat bayi-bayi di ruang NICU menjadi sakit, dokter sempat mengambil contoh darahnya tapi penyebab kematiannya baru diketahui sehari sebelum kematian Jessica.

Hasil pemeriksaan menemukan kuman tersebut menginfeksi bayi-bayi malang itu akibat "kebersihan tangan yang kurang baik". Sebenarnya kuman Serratia marcescnes tidak berbahaya dan hidup di saluran cerna. Meski begitu, kuman ini menyebabkan infeksi serius pada orang yang rentan, misalnya bayi prematur.

Kasus tersebut adalah sedikit dari banyaknya kasus infeksi yang terkait layanan kesehatan atau disebut juga dengan Hospital Acquired Infection (HAI).

Berdasarkan data WHO, secara global 10 persen pasien rawat inap menderita infeksi ini dan menyebabkan 1,4 juta kematian setiap hari di seluruh dunia. Di Indonesia, angka HAI mencapai 9,8 persen.

"Rumah sakit memang bukan tempat yang aman, malah bisa membahayakan pasien," kata dr.Adib Abdullah Yahya MARS, Presiden Asian Hospital Federation, dalam acara seminar yang diadakan PT.Unilever Indonesia dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di Jakarta beberapa waktu lalu.

Adib mengutip hasil penelitian Institute of Medicine AS yang menyebutkan, di tahun 2000 sekitar 98.000 pasien meninggal karena kesalahan dokter atau rumah sakit. "Di negara berkembang angkanya bisa mencapai 2-20 kali lipatnya," katanya.

Penyebab kematian tersebut adalah karena infeksi nosokomial atau infeksi yang didapat pasien setelah masuk ke rumah sakit. Menurut Adib, tak ada satu pun negara yang bisa terbebas dari infeksi ini.

Di rumah sakit, infeksi terkait pelayanan kesehatan dapat menular dengan mudah lewat interaksi langsung mau pun tidak langsung (kontak fisik-udara) antara petugas medis ke pasien, pasien satu kepada pasien lain, mau pun dari pasien kepada pengunjung.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Infeksi Usus
Infeksi Usus
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.