Kompas.com - 04/07/2015, 04:07 WIB
|
EditorLatief

Alternatif Pengobatan

Sirosis hati terjadi karena gangguan fungsi organ hati yang disebabkan rusaknya struktur jaringan hati. Pada umumnya, penanganan sirosis hati melalui makanan, obat, atau transplantasi organ hati.

Transplantasi hati baik dilakukan apabila pengobatan melalui obat-obatan dan bedah umum sudah tidak efektif lagi. Transplantasi organ hati dapat meningkatkan fungsi hati dalam waktu singkat, memperpanjang usia penderita dan dapat mengobati sirosis hati.

Berdasarkan kasusnya, sirosis terjadi karena adanya penggantian jaringan normal dengan jaringan fibrous sehingga sel-sel hati akan kehilangan fungsinya. Namun ternyata, jaringan sel-sel organ hati yang rusak dapat diperbaharui melalui intervensi arteri, yakni  transplantasi sel induk. Sel induk dapat memainkan perannya untuk memperbaiki dan meregenerasi sel-sel organ hati.

Proses pengobatan ini membutuhkan waktu tiga bulan. Namun, proses tersebut terbilang singkat jika dibandingkan sistem pengobatan umumnya. Pasalnya, pengobatan mencakup tiga kali operasi tranplantasi sel induk yang membutuhkan selang waktu 8 sampai 25 hari.

Sebagai hasil dari perkembangan bioteknologi, Guangzhou Meyo Stem Cells Hospital, Tiongkok, telah melakukan pengamatan kepada 400 kasus penderita sirosis hati pada fase dekompensasi dan mencatat data yang relevan. Setelah transplantasi suspension sel induk ke dalam organ hati melalui arteri organ hati, minggu ke-4 setelah proses transplantasi kadar plasma albumin meningkat drastis.

Tak hanya itu. ALT dan AST mengalami penurunan. Sebanyak 370 kasus mengalami kondisi fisik dan selera makan yang berangsur membaik. Rasa kembung berkurang dialami sebanyak 330 kasus (82.5%), cairan pada rongga perut berkurang dan edema pada kedua kaki berkurang sebanyak 350 kasus (87.5%).

Pasien transplantasi sel induk tidak perlu khawatir akan efek samping beracun. Pasalnya, sel induk memiliki sistem imun yang rendah sehingga sangat jarang terjadi rejeksi. Oleh karena itu, setelah menjalani operasi, penderita tidak perlu mengonsumsi banyak obat-obatan untuk melawan rejeksi.

Fakta itu seolah membuktikan bahwa fungsi sel induk yang berkembang menjadi sel baru dapat memperbaiki kerusakan pada organ hati, memulihkan fungsi hati dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Fungsinya efektif dan didukung dengan teknik induksi laboratorium yang matang dapat membuat sel induk berkembang menjadi sel jaringan organ paling kita butuhkan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.