Kompas.com - 17/11/2015, 13:03 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi
KOMPAS.com - Pada puncak musim penghujan di bulan Januari dan Februari, kasus demam berdarah lazim merebak. Menjaga diri tak digigit nyamuk adalah strategi paling baik untuk menghindari penyakit yang dapat menyebabkan kematian itu.

Di musim penghujan banyak terdapat genangan air tempat nyamuk menyimpan telurnya. "Sesudah telur menjadi nyamuk, nyamuk itu beristirahat selama 17 untuk kemudian terbang bersama kelompoknya dan mencari pasangan. Di situ mereka kawin. Kemudian nyamuk betina menghisap darah sampai benar-benar kenyang. Ketika kenyang darah itu, mereka beristirahat di tembok atau di daerah dekat air. Darah itu dicerna untuk pembentukan telur. Lalu telur diletakkan di atas permukaan air," kata profesor dari Divisi Parasitologi dan Entomologi Kesehatan Fakultas Kedokteran IPB, Upik Kusumawati Hadi.

Genangan air yang disukai nyamuk demam berdarah adalah air bersih. Menguras tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas dan menutup tempat penampungan air adalah langkah untuk mencegah nyamuk bersarang di rumah.

Namun, ada pula tempat-tempat yang jarang dilirik justru potensial menjadi tempat nyamuk bertelur. "Misalnya saja vas bunga, genangan di dispenser air minum atau tempat minum burung," ujarnya.

Nyamuk yang termasuk berbahaya adalah yang sudah membawa penyakit dalam tubuhnya. Menurutnya, dalam 30 tahun terakhir kasus demam berdarah meningkat tajam. Gara-gara nyamuk berpenyakit itu, dalam satu keluarga beberapa anggota dapat tertular demam berdarah sekaligus. Untungnya, saat ini angka kematian akibat penyakit ini menurun, karena penanganan penyakit yang semakin membaik.

Untuk mencegah demam berdarah terjadi kembali, kita perlu mengendalikan nyamuk. "Caranya dengan menurunkan populasi nyamuk dan mencegah terkena gigitan nyamuk," katanya.

Memiliki hewan ternak yang dipelihara di halaman rumah lumayan efektif mencegah nyamuk karena nyamuk lebih menyukai darah hewan daripada manusia. "Bisa juga memasang kelambu, kasa nyamuk, memakai zat antinyamuk," imbuh Upik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

Health
Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Health
Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Penyakit
17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.